pasarsapi

Jejak Pelajaran dari Bandung hingga Makassar

In Mengelola acara on May 10, 2011 at 8:21 am

Menjelajah Indonesia


Sebenarnya sudah agak lama acara Roadshow Detikcom berakhir, tetapi banyak hal yang diperoleh sehingga perlu saya tuliskan di sini. Sebelumnya terimakasih kepada detikcom yang sudah memberi kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk ikut ambil bagian dalam roadshow tersebut.

Di awali dari Bandung, acara roadshow Media Online digelar. Mengambil tempat di hotel, acara tersebut dihadiri sekitar 250 peserta dengan 2 pembicara utama yaitu Budiono Darsono dan Raditya Dika. Acara Seminar ini dibuka untuk umum, siapa saja bisa daftar via online tetapi masih melalui proses seleksi, karena kapasitas ruangan hanya untuk 250 orang. Sebagai acara awal, cukup deg-degan juga, bagaimana kalo target peserta tidak tercapai, karena itu bagian dari tanggung jawab saya.

Setiap daerah mempunyai karakteristik yang berbeda. Jika di Bandung, pendaftar membludak hingga 4 kali lipat dari target, sehingga diseleksi ketat dengan mengirimkan email kepada peserta yang terpilih. Jika memang berminat ikut, mereka harus mereply balik email tersebut, atau kita telepon untuk konfirmasi. Rata-rata mereply email untuk konfirmasi sehingga tidak ada kendala serius.

Lain lagi dengan Semarang. Semarang adalah rute kedua setelah Bandung, dengan pembicara utama Budiono Darsono (BDI) dan Salsabeela (Ollie). BDI menjadi pembicara di semua daerah karena memang temanya untuk membangun jaringan media online lokal. Kalau di Semarang, yang terima email tidak mereply balik, sehingga kita anggap gugur. Pas hari H tiba-tiba datang karena merasa diundang via email, tanpa membaca dengan detil bahwa dia harus membalas email tersebut untuk menyatakan kesediaannya. Alhasil di Semarang peserta melebihi target. Tetapi Alhamdulillah berarti pemintanya banyak.

Ketika di Surabaya ada sedikit kekuatiran karena menurut informasi, kebiasaan masyarakat Surabaya kurang antusias dengan seminar atau diskusi. Untuk mengantisipasi hal itu, kita mengundang melebihi target dan menyebar ke komunitas-komunitas untuk memberikan undangan langsung. Ternyata banyak juga yang hadir dari luar Surabaya, karena mereka ingin belajar dan bertemu langsung dengan BDI dan Adrie Subono. Kekuatiran kami pun hilang, ketika masih pagi peserta sudah berduyun-duyun datang. Padahal itu hari Sabtu. Semua roadshow dilaksanakan hari Sabtu karena selain seminar dari pagi sampai sore, ada workshop khusus membuat portal lokal dengan peserta terbatas, sehingga bagi yang bekerja atau masih sekolah bisa mengikuti tanpa mengganggu aktivitasnya.

Setelah Surabaya, kami bergerak ke pulau Sumatera, diawali dengan kota Palembang. Saya sama sekali tidak ada bayangan seperti apa masyarakat Palembang. Untuk menjangkau peserta selain melalui pendaftaran online yang memang dibuka di semua daerah, kami juga minta bantuan komunitas lokal yaitu Wongkito untuk mengajak teman-temannya hadir di acara tersebut. Karena kami masih ragu, apakah banyak pengguna online di Palembang. Lagi-lagi peserta datang melebih target, dan bukan hanya dari Palembang tetapi juga dari Jambi dan Lampung. Antusias mereka selalu membuat saya terharu. Teman komunitas juga sangat ramah dan sangat membantu. Ada cerita lucu di Palembang. Ketika Raditya Dika menjadi pembicara, seperti biasa dia datang langsung bicara. Selesai bicara ada sesi foto bareng. Di daerah lain sebelum Palembang, yang ingin foto bareng pada naik ke panggung yang lain sibuk dengan urusan masing2. Tidak ada kegaduhan, sehingga Raditya Dika pun santai-santai saja bahkan sempet ngobrol-ngobrol dengan saya tanpa ada yang ngerecoki. Tetapi di Palembang, begitu ada pengumuman foto bareng, semua orang bergerak ke depan dan menyerbu Raditya Dika. Kita sempet agak panik, karena tidak mempersiapkan pengawalan apa-apa. Mereka begitu semangatnya mengejar Raditya Dika, sampai dia agak takut juga hahaa… Akhirnya Raditya Dika kita larikan ke mobil dan dibawa pergi. Woow bener-bener seleb dia😀

Selesai Palembang, kita bergerak menuju Medan. Pedaftar terbesar melalui online di luar jawa adalah Medan. Tetapi kami tetap mengajak komunitas lokal untuk ikut serta, karena banyak juga teman-teman yang tidak aktif di online. Dapat informasi dari teman Medan, bahwa di hari Sabtu bikin acara pagi hari agak susah, banyak yang telat. Karena kalau di Medan aktivitas di hari Sabtu mulai di atas jam 9 pagi. Semua raodshow di mulai jam 8 pagi untuk registrasi. Pagi-pagi Medan sudah diguyur hujan, duh…pada datang gak ya? Pada telat gak ya..? Tetapi kekuatiran kita tidak terbukti. Jam 8 pagi sudah rame loo walau hujan. Teman saya dari Medan pun terheran-heran ternyata masyarakat di sana semangat sekali. Di Medan pembicara selain BDI adalah Adrie Subono. Sama seperti di Surabaya, beliau membagikan tiket nonton gratis show-nya Java Musikindo dan boleh milih mau show-nya siapa. Detikcom pun tidak mau ketinggalan, memberikan tambahan hadiah berupa tiket pesawat PP serta hotel untuk penginapannya. Sungguh menyenangkan….!!

Padang adalah kota setelah Medan. Di sini pendaftar via online tidak banyak. Ketika detikcom menyebarkan poster-poster informasi roadshow, baru terjadi peningkatan pendaftar via online. Tetapi kita juga sudah mengantisipasi dengan mangajak komunitas daerah ikut serta yaitu Palanta komunitas blogger Padang dan LSM PUSAKA. Di Padang banyak mahasiswa yang ikut serta, dan didominasi oleh Universitas Andalas. Kali ini pembicara pendamping BDI adalah Piyu Padi yang bercerita tentang industry music digital. Peserta yang hadir sesuai target dan semangat. Pagi-pagi sudah memenuhi ballroom untuk registrasi. Ada beberapa peserta yang tidak mendaftar tapi pengin ikut juga. Di beberapa daerah lain juga ada. Kalau kapasitas duduk masih memungkinkan untuk ditambah, kami ijinkan untuk masuk. Kasihan jauh-jauh datang masak ditolak🙂

Kota terakhir roadshow adalah Makassar. Kita sempet ketar-ketir ketika melihat ruangannya yang kurang begitu besar. Bagaimana jika peserta membludak? Karena kalau dari data pendaftar online, Makassar termasuk kota yang “sadar” internet. Banyak yang menjadi pengguna aktif social media. Pagi-pagi Makassar pun diguyur hujan. Cuaca di sana agak kurang menentu. Jam delapan masih sedikit yang datang, sempet was-was juga kalau pada berhalangan datang. Tetapi menjelang jam sembilan, peserta berduyun-duyun datang, sehingga acara tetap bisa dimulai tepat waktu. Di Makassar pembicaranya adalah Raditya Dika. Di sini penggemarnya banyak juga, bahkan peserta seminar ada anak SMU yang pengin sekali ketemu Raditya Dika hehee…Belajar dari Palembang, tidak ada sesi foto bareng Raditya Dika. Selesai acara langsung digiring keluar. Banyak yang kecewa gak bisa foto bareng. Maaf ya dek🙂 . Di Makassar pun saya dibantu teman-teman komunitas di sana, yaitu Anging Mamiri. Kebetulan komunitas tersebut aktif di online dan offline.

Setiap kota menyisakan jejak di hati. Setiap kota saya mendapat teman baru. Sungguh menyenangkan. Jadi saya bakal punya teman jalan di setiap kota tersebut jika kelak datang kembali. Mereka sangat ringan tangan membantu dengan senang hati. Saya merasa semakin”kaya’” dengan bertambahnya teman dari berbagai daerah. Jadi pengin ke daerah lain lagi dan menjalin perteman baru. Alangkahnya menyenangkan bisa punya teman di setiap daerah di Indonesia. Woow..!

Ohya, belajar dari pengalaman menjadi tim roadshow tersebut ada beberapa catatan penting yaitu: persiapkan segala sesuatu dengan matang, undangan di sebar 15 – 20% lebih banyak dari target peserta, libatkan setiap komunitas di derah di mana event itu diselenggarakan, pilih pembicara yang memang bagus bukan sekedar terkenal tetapi juga diminati oleh masyarakat di daerah tersebut karena pembicara menjadi daya tarik utama, usung tema yang relevan dengan kondisi saat itu serta publikasi acara tesebut. Publikasi bisa menggunakan media cetak atau online serta social media. Karena di social media kita bisa bercerita tentang event itu seperti apa, pembicaranya bagaimana, apa yang menarik dari event itu, buat live tweet setiap event sehingga daerah berikut jadi penasaran pengin datang. Yang terakhir, jangan lupa berdoa ada tangan Tuhan disetiap perhelatan yang sukses🙂

Pelajaran yang sangat penting yang saya peroleh dari kegiatan tersebut, yaitu komitmen dan kerja keras dari seorang pemilik sekaligus pemimpin redaksi detikcom. Pesan untuk bekerja keras dan mempunyai komitmen tidak hanya disampaikan dalam setiap seminar, tetapi benar-benar dijalankan. Hal itu nampak dalam persiapan roadshow. Di setiap kota, malam sebelum acara BDI akan cek panggung, cek sound, dan ruangan. Semua dipersiapkan dengan matang termasuk materinya dan beliau turun tangan langsung untuk memastikan persiapan sudah dijalankan dengan benar. Konten masing-masing daerah selalui disisipkan dalam materi sehingga peserta merasa ikut dilibatkan. Kerja keras juga ditunjukkan di semua event. Saya pun terbawa dan merasa bersyukur ikut dalam tim tersebut. Sebuah kerja yang efektif dan efisien. Target pun tercapai. Saya semakin percaya bila kita sungguh-sungguh dan serius menjalankan, rencana pun berjalan dengan baik.

Pesan BDI kepada semua peserta seminar yang kemudian lekat di kepala saya adalah : Fokus dengan tujuan yang jelas, berani menanggung resiko, ukur kemampuan diri, serta cepat dan tepat dalam ambil keputusan. Mau jadi apapun kita, jalankan 4 hal itu. Insya Allah hasilnya baik. Itulah yang dilakukan BDI dalam menjalankan bisnis portal beritanya hingga menjadi sukses dan besar seperti sekarang.

  1. *noted*
    btw, aku suka fotonyaaaa

  2. Nicoooooo……makasiiiih, jalan-jalan yuk :))

Comments are closed.

%d bloggers like this: