pasarsapi

Modal Informasi, Belajar ke Luar Negeri bukan Mimpi

In Mengelola orang on April 1, 2011 at 3:07 am

 

Minggu lalu saya datang ke acara ACCESS Education Beyond (ACCESS) Open House & Launching di Sampoerna Strategic Square (SSS) pengin tahu informasi apa yang bisa kita peroleh di sana. Gedung SSS menurut saya adalah salah satu gedung yang keren di antara deretan gedung-gedung di sepanjang Sudirman-Thamrin. Gaya Eropa dengan pilar-pilar besar, besi-besi serta lampu gantung sebagai ornamen membuat gedung itu seperti museum di Eropa. Kantor ACCESS menempati lantai Mezzanine tidak terlalu luas tapi cukup “homey” dan sepertinya sangat sesuai berada di gedung tersebut. Modern tetapi hangat.

Masuk ke ruangan disambut oleh para staf yang ramah dan “helpfull” sehingga kita tidak canggung untuk banyak bertanya dan mencari informasi. Sempat bertemu dengan Education Counselor yang ramah, dan kita dilayani di ruangan khusus sehingga lebih personal dan leluasa bertanya serta mencari informasi yang kita perlukan. Saya pun mendapat penjelasan bahwa ACCESS bukan lembaga pemberi beasiswa, tetapi program persiapan pendidikan tinggi untuk pelajar yang ingin bersekolah di Amerika dan di negara lainnya. ACCESS memberikan bantuan konsultasi, bimbingan serta strategi agar sukses bersekolah di luar negeri. Sebagai konsultan pendidikan, tentu saja mereka juga punya data tentang beasiswa studi di seluruh dunia yang ternyata banyak sekali bukan hanya S2 atau S3 tetapi ada juga untuk S1, diploma dan lain-lain.

Sempat bertemu dengan Direkturnya Mr. Brook W. Ross yang sangat ramah dan fasih berbahasa Indonesia. Beliau bercerita tentang pengalamannya membantu teman-teman di Indonesia yang ingin sekolah di luar negeri dengan kemampuan financial yang terbatas. Katanya, yang penting adalah kemauan, punya potensi dan komitmen pasti akan mendapatkan jalan. Salah satu yang berkesan adalah ketika membantu teman di Aceh yang hanya tamatan SMA ingin belajar tentang kesehatan di luar negeri karena menurutnya ilmu itu penting untuk membantu saudara-saudaranya di Aceh. Mr Brook kemudian berusaha mencarikan informasi tentang beasiswa tersebut, beserta persyaratan yang diperlukan. Akhirnya teman dari Aceh tersebut, bukan hanya mendapat beasiswa untuk studi tetapi juga living cost atau biaya hidup semuanya ditanggung. Sampai saat ini, dia masih menjalankan studinya di Amerika.

Saat ini informasi menjadi sangat penting, dengan informasi kita bisa mendapat berbagai kesempatan bukan hanya studi tetapi juga pekerjaan. Dan kita juga lebih berani dan percaya diri. Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk belajar di luar negeri tetapi jangan lupa, carilah informasi di tempat yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan supaya kita tidak mengalami kesulitan di negeri orang.

Kebutuhan akan studi di luar negeri semakin besar. Banyak anak-anak yang ingin melanjutkan studi di luar negeri semenjak SMU untuk memudahkan dalam melanjutkan studi yang lebih tinggi. ACCESS melihat perkembangan tersebut, sehingga kemudian membuka lembaga konsultasi studi ke Amerika dan negara lainnya. Bukan hanya karena semakin tinggi peminatnya tetapi juga ingin membantu lebih banyak teman-teman di Indonesia. Selama ini informasi dikuasai oleh Jakarta dan pulau Jawa, padahal banyak anak-anak berpotensi di luar Jawa. Untuk itu ACCESS mengadakan roadshow di berbagai kota selain Surabaya yang sudah dilaksanakan tanggal 28 Maret yaitu Bali tgl 26 Maret, Balikpapan 29 Maret , Palembang 31 Maret dan Medan 1 April. Dan sudah barang tentu pameran juga akan diadakan di Jakarta pada 3 April 2011. Tidak menutup kemungkinan akan diadakan di daerah-daerah lain juga. Tunggu saja, semoga bisa terlaksana dalam waktu dekat.

Tiba-tiba teringat pembicaraan semalam dengan Pidibaiq salah satu “orang gila” yang sangat kreatif tentang pengalamannya ke Belanda.

“Hanya 2 minggu di Belanda tapi saya merasa 70 tahun lamanya. Karena pengalaman di sana mengubah banyak hal dalam diri saya. Saya dibukakan mata, bukan karena ilmu yang canggih tetapi karena sikap hidup orang-orang hebat di sana. Mereka begitu sederhana tetapi luar biasa. Jadi yang terpenting adalah sikap dan pola pikir, karya dan ilmu akan mengikutinya. Pergilah ke luar negeri, belajarlah di sana jangan hanya diam di negerimu karena kamu hanya akan menjadi orang yang manja. Negeri ini terlalu memanjakan kita sehingga kita lebih sering mengeluh daripada berusaha. Lihat di luar sana, kamu akan menyaksikan dan harus melakukan kerja keras yang sesungguhnya.”

Terimakasih Surayah Pidibaiq. Kamu benar!

%d bloggers like this: