pasarsapi

Archive for October, 2010|Monthly archive page

Ayunkan Kaki, Syukuri Pagi

In Mengelola orang on October 26, 2010 at 4:37 am

Hari minggu pagi, setelah subuh aku dan Kika berangkat ke Monas. Yaa..ini pengalaman pertama Kika jogging di jalanan Thamrin. Gembira banget. Sebelumnya sempat hujan di rumah, tetapi begitu sampai di Monas cerah dan sejuk dengan angin semilir. Jakarta sedang ramah, cuacanya sangat nyaman pagi itu. Kesempatan langka untukku dan Kika bisa berolahraga, start dari Monas menuju Bunderan HI dan kembali lagi ke Monas bersama 15.000 ribu warga Jakarta. Woow..sungguh meriah dengan lautan manusia berkostum hijau memadati sepanjang jalan. Kapan lagi kami bersesak-sesak di jalan raya mengalahkan TransJakarta dan mobil-mobil lainnya?

Ajakan Anlene untuk melangkah 10 ribu membuatku kembali berolahraga apalagi bisa sekalian mengajak Kika jalan-jalan. Kalau tidak ada event tersebut, pasti aku masih selimutan di rumah memanjakan kemalasan. Yaa, sungguh berat untuk memulai olahraga. Sepuluh ribu langkah terasa sulit dilakukan, tetapi jalan-jalan di mall bisa seharian. Oh, dunia 

Saya yakin semua orang pasti setuju olahraga sangat penting dan wajib dilakukan, tetapi banyak yang tidak mau melakukan. Kenapa? Saya ingat guru NLP saya Pak Wiwoho pernah bercerita bahwa tidak ada orang yang malas, tetapi dia belum mendapatkan trigger yang tepat karena masing-masing orang punya trigger yang berbeda. Misalnya kalau lagi jatuh cinta, orang begitu bersemangat berdandan, memperbaiki penampilan dan menjaga badannya supaya tetap fit dan keren di depan kecengannya. Padahal sebelumnya boro-boro berdandan, sisiran aja males. Jatuh cinta adalah trigger. Tetapi kita kan tidak jatuh cita setiap saat, bahkan ada yang tidak pernah merasakan jatuh cinta. Tenang masih banyak trigger yang lain kog, seperti agama atau keyakinan, cinta, keluarga, cita-cita. Ketakutan atau kekhawatiran pun bisa menjadi trigger.

Tidak semua orang bisa ditakuti tentang penyakit yang timbul akibat tidak berolahraga, begitu juga tidak semua orang bisa diiming-imingi kebugaran. Masing-masing orang mempunyai sumber penyemangat yang berbeda. Dan itu sangat personal. Bagaimana cara mendapatkan trigger yang tepat supaya giat berolahraga? Temukan sendiri, kenali diri dengan baik. Perhatikan apa yang membuat kamu bersemangat. Bikin daftar sumber semangat, semakin banyak semakin bagus. Belajar mengenali diri dengan lebih baik, memudahkan kita untuk menggerakkan diri sendiri dalam berbagai aktivitas bukan hanya olah raga.

Jadi bukan hanya mencegah osteoporosis, jalan kaki 10.000 langkah setiap hari dan rutin akan membuat bugar, langsing dan bahagia.

Yuuk … ayunkan kakimu setiap hari! Bersyukur atas semua karunia Tuhan salah satunya adalah menjaga badan dengan sebaik-baiknya. Selamat olahraga, jaga badan jaga makanan yaa..Eh jangan lupa minum susu 

Advertisements

MIE INSTANT RASA PENGAWET

In Mengelola orang on October 13, 2010 at 9:20 am

Indomie menjadi pembicaraan yang rame di twitter, ada apa gerangan? Oh..ternyata ada berita penarikan Indomie dari pasar-pasar diTaiwan karena dianggap mengandung bahan pembuat kosmetik, atau batas pengawet yang melebihi dosis aman. Berita simpang siur di kepala, karena saya memang tidak sungguh-sungguh memperhatikan. Belum lagi isu bahwa itu masalah persaingan usaha, karena Indomie begitu merajai pasar makanan di Taiwan selama 15 tahun terakhir. Ruwet.

Apakah kemudian saya berhenti mengkonsumsi mie instant? Ah..entahlah. Karena nanti pas kepepet dan pengin banget, mana kuat menahan untuk tidak makan demi alasan kesehatan? Ya alasan kesehatan sepertinya kog kurang manjur, harus ada alasan lain yang cukup signifikan untuk menghentikan saya dan yang lainnya untuk berhenti mengkosumsi mie instant.

Bukan saya tidak peduli kesehatan, tetapi mari kita perhatikan dengan seksama kualitas makanan di Indonesia. Suka ikan? Ya di Negara kita ada bermacam-macam ikan. Proses penangkapan dan penyimpanan nelayan kita belum canggih malah tergolong tradisional sehingga untuk mengejar harga jual yang murah mereka menggunakan pengawet makanan yang murah juga. Contohnya formalin. Murah, mudah didapat dan bener-bener awet karena biasanya formalin untuk mengawetkan mayat. Dulu sempat ada razia pelarangan menggunakan formalin, tetapi lagi-lagi kondisi ekonomi nelayan dan pengepul yang relatif pas-pasan,dan ditekan tengkulak kanan kiri akhirnya balik lagi pake formalin. Jika pake pengawet makanan yang benar, disamping harganya mahal yang nanti akan membebani harga jual padahal kondisi riil daya beli masyarakat masih rendah, makanan pun tidak bisa awet lama. Daripada menanggung rugi terus-menerus kembalilah mereka pake formalin.

Boraks. Naah ini adalah zat mengenyalkan biasanya dipakai untuk bakso atau mie. Sudah barang tentu berbahaya, tetapi karena efeknya tidak langsung, konsumen pun anteng-anteng aja dijejali mie atau bakso boraks. Pernah dirazia sih, tetapi lagi-lagi hukum ekonomi berlaku. Sepanjang murah dan enak, pasar tetap berjalan seperti sediakala dengan boraksnya. Soal kesehatan, waah nantilah dipikirkan. Mikirin kebutuhan sekarang aja sudah repot. Read the rest of this entry »

seribu BUKU sejuta jendela menggenggam dunia

In Mengelola acara, Mengelola orang on October 7, 2010 at 2:10 am

Menjelang Muktamar Blogger BHI lagi..hhmm..waktu demikian cepat berputar. Terkadang berhenti sejenak, untuk bertanya apa yang sudah aku lakukan diwaktu yang lalu. Tetapi kemudian terlupakan begitu saja. Dan kembali sibuk dengan entah apa 🙂

Muktamar Blogger selalu memberikan ingatan tentang teman nongkrong di bunderan Hotel Indonesia, tentang bersahabat dan berbagi. Keresahan tinggal di ibukota selalu mengingatkan akan kampung halaman. Sudah semakin tertinggal jauh kah dengan deretan gedung yang berlomba-lomba mencakar langit di ibukota?

Tidak banyak, yang bisa aku lakukan sebagai perantau untuk memperpendek kesenjangan dengan kampung halaman. Bergabung dengan teman-teman BHI memberikan semangat untuk berbagi, semampu dan sekuat kita untuk membantu teman-teman dan adik-adik di daerah. Bantuan bisa berbentuk apa saja, dan bantuan yang tulus memberikan arti bagi yang diberi maupun yang memberi.

Setelah “Kambing for Bangsari” yaitu program beasiswa untuk anak MTS di Bangsari – Cilacap dengan memberi bantuan modal kambing, tahun berikut bikin “Gerakan 1000 buku” Kenapa buku? Karena kami sangat percaya buku adalah jendela dunia, bisa menjelajah seluruh belahan bumi dengan hanya membaca.

Tahun ini mau ngapain? Ternyata masih banyak yang perlu jendela, sehingga program 1000 buku dilanjutkan, dengan ditambah program “1.000.000 Kaos” .Program ini adalah mengumpulkan buku bacaan untuk segala umur ( bukan porno, SARA, kekerasan dan sejenis) dan mengumpulkan kaos-kaos bekas yang masih layak untuk belajar sablon dan jahit bagi teman-teman yang sedang berlatih dan butuh alat percobaan.

Seperti tahun lalu, buku-buku yang terkumpul akan kami salurkan ke terutama daerah-daerah yang memerlukan. Belajar dari pengalaman tahun lalu, buku untuk anak dan remaja sangat dibutuhkan. Semua program kita sosialisasikan melalui online, jadi bagi siapa saja yang ingin menyumbang ataupun disumbang silakan cek caranya di http://1000buku.org/

Untuk kaos mekanisme-nya juga sama, siapa yang mau nyumbang atau perlu kaos untuk bahan belajar silakan kontak kami di http://1000buku.org/

Yuuk kita kumpulkan buku dan kaos sebanyak mungkin! Kalau mau menyumbang uang cash juga bisa, rekening bisa di cek di http://1000buku.org/

Mari berbagi kepada sesama karena Berbagi Tak Pernah Rugi!