pasarsapi

Archive for September, 2010|Monthly archive page

Genap 7 tahun usiamu, Nak!

In Campur- aduk, Mengelola orang on September 27, 2010 at 1:33 am

Rasanya baru kemaren aku kesakitan melahirkanmu, rasanya baru kemaren aku menuntunmu belajar berjalan, rasanya baru kemaren kamu girang memanggilku Ibam. Sekarang kamu sudah mulai ribet dengan baju apa yang akan kau kenakan, dan sudah mulai minta gadget ini itu. Seperti yang selalu aku bilang, tidak semua keinginanmu kamu bisa dapatkan, dan tidak semua yang kamu minta aku perbolehkan. Kamu sudah besar dan mulai belajar tanggung jawab. Tidak mudah anakku, tetapi kamu harus bisa.

Pesanku padamu adalah jujur dan bertanggung jawab. Hingga kelak kamu dewasa, tetaplah kejujuran itu kamu bawa serta, dan bertanggung jawablah pada apapun tindakan dan ucapanmu. Jangan pernah lari dari masalah, hadapilah dan yakin Allah selalu bersamamu.

Anakku, Matahatiku!

Terimakasih atas kesabaranmu menjadi putriku, atas tawa yang selalu kau hadirkan dan terimakasih atas pelajaran hidup yang kau berikan. Apapun kau akan selalu menjadi putriku dan ingatlah, ibumu selalu ada dihatimu. Begitu pun kamu, selalu ada dihati ibu. Capailah mimpi-mimpimu, tetapi ingat semua sesuai kemampuanmu. Jangan menaruh terlalu tinggi, jangan pula terlalu rendah. Hidup ini seperti anak tangga, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dan dimulai dari langkah pertama. Sabarlah dalam setiap perjalanan, pada akhirnya kamu akan sampai juga di puncak tujuan asalkan tetap istiqomah dengan cita-citamu.

Aku tidak meminta apapun padamu, aku hanya ingin kamu berbahagia atas dirimu, dan tidak ada hal diluarmu yang bisa merusak kebahagiaanmu. Karena keputusan bahagia ada ditanganmu.

Sabarlah, karena kesabaran mengajarkan banyak hal. Memberikan kamu ruang-ruang belajar tentang kehidupan.

Terakhir, bersyukurlah selalu atas hidupmu. Bahagia dan susah adalah anugerah, karena keduanya memberikan arti pada kehidupan.

Selamat ulang tahun Matahati, terimakasih ..aku bahagia menjadi ibumu.

9 . 9 . 10

In Campur- aduk on September 8, 2010 at 11:42 pm

Baiklah..

Hari ini saya ulang tahun, sebuah tanggal yang istimewa menurut saya pribadi, tanggal 9 bulan 9. Dan Tuhan pasti sudah merencanakan untuk saya tanggal tersebut, maka betapa istimewanya saya bukan?

Pertama, saya ingin berterimakasih kepada Sang Empunya Hidup, penguasa alam semesta yang telah memberikan saya umur hingga hari ini, memberikan saya kesehatan jiwa dan raga, memberikan rejeki baik yang saya minta ataupun tidak, serta memberikan pelajaran hidup yang luar biasa. Kekuatan saya hingga hari ini adalah dibangun dari pelajaran-pelajaran yang diberikan Sang Maha dan sudah tentu karena Beliau selalu menggenggam tangan saya sehingga saya tidak pernah tersungkur tanpa bangun lagi.

Terimakasih untuk ibuk..perempuan tangguh yang telah melahirkan saya, membawa saya dalam setiap doa dan mimpinya, menggandeng saya dalam setiap langkah kehidupannya dan mengajarkan kepada saya bagaimana mejadi perempuan kuat. Terlalu sedikit ruang yang ada untuk menceritakan kebaikan dan pengorbanannya, hanya ucapan terimakasih dan pelukan hangat anakmu karena saya tahu tidak ada satu pun yang mampu saya balas.

Haiga Matahati, ya terimakasih saya juga untuknya, matahatiku yang sesungguhnya. Karena dia telah memberikan hari-hari yang indah, senyuman dan ciuman hangat untukku ibumu. Banyak pelajaran Tuhan yang disampaikan melaluinya, dan karenanya saya kuat dan bertahan hingga kini. Terimakasih nak.

Banyak berkah yang telah mengalir dalam hidup saya hingga saat ini, keluarga yang hangat dan teman-teman yang baik hati.

Terimakasih atas hari-hari indah dan dukungan yang telah diberikan oleh saudara-saudaraku dan teman-temanku. Dulu, saya tidak menyadari tentang arti pertemanan dan persaudaraan, tetapi kini mereka adalah sumber kebahagiaan luar biasa. Semakin banyak usia yang ditempuh semakin banyak teman yang hadir dalam hidup  saya dan itu merupakan berkah luar biasa yang patut disyukuri. Karena tidak semua seberuntung saya dikelilingi teman-teman dan saudara yang penuh kasih.

Terimakasih juga, karena saya diberi kesempatan untuk berbagi kepada siapa saja. Saya dengan segala keterbatasannya, masih diberi kemampuan memberi. Memberi bukanlah mengurangi, tetapi justru melipatgandakan kebahagiaan kita. Berbagi memberikan arti bagi kehidupan saya, membuat saya lebih bersemangat lagi untuk berkarya. Percayalah, berbagi tidak pernah rugi!.

Sejujurnya saya malu, dari sekian banyak limpahan rejeki dan berkahNYA, apa yang telah saya berikan untuk Sang Pencipta?  Tidak ada yang bisa disebut disini karena sangat tidak layak, walalupun saya tahu Tuhan tidak pernah berhitung dengan umatnya. Tuhan memberi tak harap kembali karena beliau Maha Memiliki. Hanya tanda syukur saja sebenarnya yang DIA minta. Syukur dengan cara menapaki di jalanNYA dan berbagi sebanyak mungkin dengan sesama. Saya tahu Tuhan Maha Pengampun dan saya seringkali memanfaatkan ampunannya untuk berbuat salah.

Terimakasih Ya Rabb saya masih diberi umur di dunia.

Di hari ulang tahun ini saya mohon ampunanMU, jangan biarkan hambaMU ini berjalan di luar jalurMU. Jangan KAU hitung amalku dengan adil, karena pasti lebih kecil timbangan amalku daripada dosaku. Hitunglah dengan kasih sayang dan ampunanMU baru mungkin saya bisa berada di SurgaMU.

Salatiga, kali ini berulang tahun di rumah ayah ibuku di akhir Ramadhan menjelang Hari Kemenangan