pasarsapi

Archive for June, 2008|Monthly archive page

Di Balik Kesulitan

In Mengelola orang on June 10, 2008 at 9:13 am

Ramalan bintang bulan ini :

It’s going to be a tough month, so be prepared. Semua masa sulit itu akan berlalu kok setelah melewati pertengahan bulan.

Dan inilah yang terjadi dalam hidup saya minggu-minggu ini secara beruntun :

1. Adik saya sakit cukup serius, sehingga saya harus mendampinginya. Meluncurlah saya ke kampung halaman menemani adik dan kemudian membawa ke ibukota untuk berobat. Kemudian keadaan membaik.

2. Ibu saya ke Jakarta untuk menengok adik saya. Di tengah-tengah kunjungannya, beliau mengalami serangan glukoma akut dan harus dioperasi. Saya pun stand by di rumah sakit.

3. Anak saya sakit. Sebelumnya ketika adik saya sakit, dia sudah mengalami sakit batuk tiada henti. Dan sudah menjalani fisioterapi untuk mengeluarkan dahak yang nyangkut di dada. Ternyata, setelah ibu sembuh, dia mengalami panas tinggi dan batuk yang semakin parah. Sehingga sekarang harus berbaring terus disertai bisul yang mendera. Duh!

4. Saya sendiri, mengalami serangan vertigo mendadak. Dan saya tidak bisa bangun sama sekali. soalnya kalo bangun dunia terbalik semua, dan saya terjatuh kehilangan keseimbangan. Read the rest of this entry »

Perempuan biasa itu tangguh

In Mengelola orang on June 2, 2008 at 8:24 am

Saya sering dikatakan sebagai perempuan tangguh. Padahal saya sendiri tidak merasa tangguh, bahkan terlalu cengeng. Dikit-dikit ngadu, ngadu sama siapa saja, keluarga, teman,sahabat termasuk Sang Empunya. Minta macem-macem, nangis-nangis minta pertolongan-Nya. Padahal ibadah masih belepotan. Dimana ketangguhannya? Kalau saya bersyukur atas semua hal yang menimpa saya, baik senang maupun susah dan mengikhlaskannya itu baru tangguh.

Kemaren saya melihat potret perempuan tangguh yang sesungguhnya. Ibu saya. Beliau menjadi janda sejak berumur 42 tahun karena suaminya meninggal dunia setelah sakit kanker selama satu tahun lebih. Bapak saya meninggalkan 6 orang anak, semua masih sekolah dan hutang yang banyak kala itu karena untuk biaya berobat. Sepanjang hidupnya yang saya tahu, Ibu tidak pernah membicarakan kesulitan apapun. semua dijalani dengan tidak banyak bicara apalagi mengeluh. Padahal penghasilan tidak menentu dan ke-enam anaknya butuh biaya yang tidak sedikit. Read the rest of this entry »