<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pasar Sapi</title>
	<atom:link href="http://osamaliki.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://osamaliki.wordpress.com</link>
	<description>Mengelola uang, mengelola kegiatan, mengelola orang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Nov 2011 21:03:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='osamaliki.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pasar Sapi</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://osamaliki.wordpress.com/osd.xml" title="Pasar Sapi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://osamaliki.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MASIH ADAKAH PAHLAWAN DI NEGERI INI?</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com/2011/11/09/masih-adakah-pahlawan-di-negeri-ini/</link>
		<comments>http://osamaliki.wordpress.com/2011/11/09/masih-adakah-pahlawan-di-negeri-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 21:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pasarsapi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengelola orang]]></category>
		<category><![CDATA[akademi berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Movement]]></category>
		<category><![CDATA[Tango]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://osamaliki.wordpress.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Hari Jumat lalu, saya diminta menjadi salah satu narasumber di Coaching Clinic dengan tema “Jadilah Pahlawan Masa Kini, Jadilah Tango Digital Heroes” yang diadakan oleh Wafer Tango. Narasumber yang lain adalah psikolog Rosdiana Setyaningrum M.Psi, MHPed  dan kami pun membahas apa itu pahlawan di masa sekarang. Menarik sekali acara tersebut, karena pertama: diadakan di kidzania [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=464&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Jumat lalu, saya diminta menjadi salah satu narasumber di Coaching Clinic dengan tema <strong><em>“Jadilah Pahlawan Masa Kini, Jadilah Tango Digital Heroes”</em></strong><em> </em>yang diadakan oleh Wafer Tango. Narasumber yang lain adalah psikolog <strong><em>Rosdiana Setyaningrum M.Psi, MHPed</em></strong>  dan kami pun membahas apa itu pahlawan di masa sekarang. Menarik sekali acara tersebut, karena pertama: diadakan di kidzania jadi saya bisa sekalian bawa anak saya untuk menikmati fasilitas bermain di kidzania, kedua pesertanya adalah teman-teman dari media. Baru sekali ini saya berbicara di depan teman-teman media untuk becerita bagaimana membangun gerakan sosial dengan memanfaatkan social media. Acara ini sengaja dibuat dalam rangka memperingati Hari Pahlawan sekaligus peluncuran program baru <strong><em><a href="http://www.facebook.com/TangoWaferLovers?sk=app_141860049248883">Tango Together To Get There</a></em></strong>, sebuah program berbasis social media.</p>
<p>Saat ini banyak mata tertuju di social media, sebuah platform media baru di mana sekarang sudah dihuni lebih dari 800 juta orang khusus untuk facebook, jadi kalau dianggap sebagai negara maka Facebook adalah negara ketiga terpadat setelah China dan India. Di Indonesia sendiri penghuni facebook sekita 30 juta, sebuah jumlah yang cukup fantastik dengan segala keterbatasan infrastrukturnya.</p>
<p>Banyak gerakan-gerakan sosial yang timbul dari social media, karena di sini kita bisa terhubung dengan banyak orang tanpa batasan geografis, pendidikan, strata sosial maupun jabatan. Bangsa kita dikenal dengan bangsa pemurah, maka tidak heran jika banyak sekali aksi sosial yang bermunculan. Sebut saja Blood for Life, Yatim Online, Indonesia Berkebun, Indonesia Bercerita, Shoe Box Project, dan masih banyak lagi. Kebetulan saya pun ikut serta membangun gerakan belajar gratis yang diinisiasi dari online tetapi kelasnya offline. Nama gerakan tersebut adalah <a href="http://akademiberbagi.org">Akademi Berbagi</a>.</p>
<p>Dulu kita selalu diajarkan tentang pahlawan bangsa, yaitu orang-orang berjasa atas berdirinya negeri ini yang kemudian beberapa dari mereka namanya diabadikan menjadi nama jalan, gedung maupun gambar di mata uang. Tetapi apakah pahlawan hanya mereka, yaitu orang yang berjuang mengangkat senjata, bertaruh nyawa memperjuangkan kemerdekaan? Bagaimana dengan sekarang?</p>
<p>Bangsa kita sudah merdeka lebih dari 66 tahun, banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjadikan Negara kita berdaulat baik secara geografis, ekonomi dan sosial. Perlu pejuang-pejuang baru untuk memajukan negeri ini. Dan menurut saya definisi pahlawan perlu dikembangkan  lebih luas lagi yaitu orang-orang yang berjasa atau berbuat baik kepada lingkungannya. Tindakan kepahlawanan bisa dimulai dari yang paling sederhana yaitu menolong tetangga yang kesusahan, atau membantu saudara-saudaranya yang kesulitan meneruskan pendidikan.  Tindakan heroik tidak harus tindakan besar, asal memberikan manfaat buat sesama sudah merupakan tindakan kepahlawanan.</p>
<p>Anak-anak kita yang selama ini hanya menghafal nama-nama para pahlawan,perlu juga dikenalkan tentang apa itu pahlawan. Jiwa pahlawan bisa dipupuk sedari kecil, sehingga ketika besar itu sudah menjadi nilai yang dianut dalam perjalanan kehidupannya. Apalagi anak sekarang banyak yang sudah terhubung dengan tehnologi, mereka bisa memanfaatkan kemajuan tehnologi untuk mempraktekkan tindakan kepahlawanannya.</p>
<p>Dengan banyaknya kegiatan sosial di online, kita bisa mengajak putra-putri kita untuk ikut serta sebagai bentuk latihan memupuk jiwa kepahlawanan. Salah satu kegiatan social yang mudah diikuti dan berdampak baik bagi teman-teman kita yang kekurangan gizi adalah ajakan dari <strong><em><a href="http://www.facebook.com/TangoWaferLovers?sk=app_141860049248883">Tango Together To Get There</a></em></strong>. Caranya mudah, kita dapat meng-<em>up load </em>video gaya masing- masing dalam menerima, makan dan kemudian seakan memberikan Tango kepada orang disebelahnya ke <a href="http://www.facebook.com/TangoWaferLovers">facebook Tango</a>. Dan setiap <strong>satu video yang di <em>up load</em> berarti lima piring makanan bergizi</strong> yang akan diberikan kepada anak- anak bergizi kurang di Desa Rabak, pinggiran kota Bogor. Dari situ anak-anak bisa belajar sekaligus melihat bagaimana aksi kepedulian sosial itu dibangun. Tetapi apa yang dilakukan <a href="http://twitter.com/wafertango">Tango</a> bukan hanya untuk anak-anak, siapa saja boleh berpartisipasi, semakin banyak semakin bagus. Tidak perlu kamera video yang canggih, justru yang ada di handphone sudah mencukupi. Yang penting adalah partisipasinya.</p>
<p>Tidak sulit untuk menjadi pahlawan di negeri ini. Banyak hal bisa kita lakukan untuk membantu sesama, tehnologi semakin mempermudah juga. Maka saya pun tidak akan heran kalau kelak akan banyak sekali digital hero yang lahir di negeri kita. Bukan saatnya lagi kita mementingkan diri sendiri, karena manusia yang berhasil adalah yang paling bermanfaat bagi bumi ini. Selamat hari pahlawan, mari hargai pengorbanan para pahlawan pendahulu kita dengan melanjutkan perjuangan mereka untuk kebaikan sesama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/osamaliki.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/osamaliki.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/osamaliki.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/osamaliki.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/osamaliki.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/osamaliki.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/osamaliki.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/osamaliki.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/osamaliki.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/osamaliki.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/osamaliki.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/osamaliki.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/osamaliki.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/osamaliki.wordpress.com/464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=464&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://osamaliki.wordpress.com/2011/11/09/masih-adakah-pahlawan-di-negeri-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a64f990f0d5d6e9ced6cdeb7527cfa1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">pasar sapi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar untuk Siapa?</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com/2011/10/05/belajar-untuk-siapa/</link>
		<comments>http://osamaliki.wordpress.com/2011/10/05/belajar-untuk-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pasarsapi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengelola orang]]></category>
		<category><![CDATA[ACCESS]]></category>
		<category><![CDATA[belajar ke luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu penegtahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://osamaliki.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Bekal hidup apa sih yang paling penting? Agama jelas utama, tetapi selain itu apa? Benarkah dengan mempersiapkan harta untuk anak cucu menjamin kehidupannya kelak di masa datang? Mungkin kalau hartanya tidak akan habis sampai tujuh turunan bener kali ya, anak cucu terjamin. Tetapi apakah harta menjadi bekal utama? Aku adalah anak nomer 5 dari 6 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=451&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_453" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/10/05/belajar-untuk-siapa/be6/" rel="attachment wp-att-453"><img class="size-full wp-image-453" title="BE6" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/10/be6.jpg?w=604&#038;h=402" alt="" width="604" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">Anak Bula Pulau Seram yang Terus Belajar #AkademiBerbagi</p></div>
<p>Bekal hidup apa sih yang paling penting? Agama jelas utama, tetapi selain itu apa? Benarkah dengan mempersiapkan harta untuk anak cucu menjamin kehidupannya kelak di masa datang? Mungkin kalau hartanya tidak akan habis sampai tujuh turunan bener kali ya, anak cucu terjamin. Tetapi apakah harta menjadi bekal utama?</p>
<p>Aku adalah anak nomer 5 dari 6 bersaudara. Keluargaku dulu cukup kaya untuk ukuran kampung kami. Dan kakek seorang pejabat yang dahulu ayahnya adalah orang kaya juga. Tidak pernah terpikir di benak keluargaku, bahwa kelak kemudian ayah akan sakit kanker yang butuh biaya besar, sehingga usahanya pun terbengkelai. hari demi hari dijalani dengan terapi dan pengobatan dengan biaya yang tidak murah. Hingga akhirnya ayah dipanggil Tuhan dengan meninggalkan istri serta 6 anak yang semuanya masih sekolah dan butuh biaya. Kakak sulungku masih di bangku kuliah, adiknya 2 orang masih SMA, anak nomer 4 masih SMP sedangkan aku dan adik bungsuku masih SD. Tak terbayangkan betapa sedih dan paniknya ibuku, mengurus 6 orang anak dengan hutang yang ditinggal ayahku karena usahanya bangkrut.</p>
<p>Ibuku adalah perempuan kampung tamatan SMA, dan hanya ibu rumah tangga yang sesekali membantu usaha ayah. Ibuku bukan perempuan biasa, yang kemudian menyerah dengan keadaan atau membiarkan anaknya putus sekolah. Tidak! Bahkan ibuku bersikeras semua anaknya harus sekolah sampai sarjana apapun yang terjadi. Ibarat kata kaki jadi kepala, kepala jadi kaki pun tak mengapa. Pada masa itu, ibuku termasuk progresif cara berpikirnya. Di saat orang lain membiarkan anak-anaknya cukup sampai SMA atau dikawinkan saja, kami harus terus belajar hingga tamat. Ibuku akan sangat marah kalau kami tidak menyelesaikan pendidikan.</p>
<p>Sebenarnya apa yang membuat ibuku begitu berkeras anak-anaknya harus sekolah walau kondisi ekonomi morat-marit? Saat ini aku dan saudara-saudaraku telah menyelesaikan pendidikan hingga sarjana, dan tidak semua kemudian bekerja atau berkarir. Dan baru aku sadari, jika dulu aku putus sekolah, apa yang terjadi? Jaman begitu cepat berubah, semua orang dituntut untuk mempunyai bekal yang cukup dalam ilmu &amp; pengetahuan jika tidak ingin tertinggal. Akhirnya aku pun bersyukur telah menyelesaikan kuliah dan banyak pembelajaran yang aku peroleh selama di bangku sekolah. Memang ilmu tidak selamanya harus di bangku sekolah formal, apalagi jaman sekarang ketika informasi begitu terbuka dan mudah diakses. Tetapi setidaknya dengan pendidikan formal, aku mempunyai bekal untuk melanjutkan hidup secara mandiri, tanpa bergantung pada orang tua lagi.</p>
<p>Ketika warisan pun aku gak punya, pendidikan yang aku enyam ternyata sangat berarti. Bukan sekedar untuk mencari nafkah, tetapi juga untuk bersosialisasi dan membuat kegiatan sosial yang bermanfaat. Siapa bilang untuk beramal tidak perlu ilmu? Justru dengan berilmu maka jalan amal kita semakin luas. Aku bersyukur dibekali ilmu dan pengetahuan yang cukup, karena kalau pun aku dibekali harta tetapi tidak punya ilmu apa bisa menjaga harta tersebut dengan baik dan manfaat?</p>
<p>Konon katanya knowledge is power. Siapa yang menguasai ilmu pengetahuan maka dia akan menguasai dunia. Orang-orang yang sukses adalah orang yang cepat merespon setiap perubahan dan membuat tindakan nyata atas perubahan tersebut. Dan semua itu dibutuhkan ilmu pengetahuan. Tidak ada orang yang sukses tapi tidak pernah belajar. Justru orang sukses adalah orang yang belajar terus menerus.</p>
<p>Kita tidak harus jadi presiden atau pengusaha multinasional, untuk menjadi karyawan pun butuh ilmu bukan? Hidup tidak semakin mudah tetapi bukan berarti harus menyerah. Ketika persaingan semakin ketat, di sisi lain <a href="http://www.accesseducation.info/">peluang juga semakin banyak</a>. Dulu kalau mau sekolah keluar negeri rasanya sesuatu yang susaaaah dan mahaaaal sekali. Tetapi sekarang banyak beasiswa dan kesempatan kerja dan kuliah di luar negeri secara mudah. Akses informasi yang semakin terbuka, batasan antar negara semakin tipis sehingga sekarang bukan hanya belajar yang lintas negara, bisnis pun sudah antar negara.</p>
<p>Seorang teman bercerita, anaknya melanjutkan kuliah di luar negeri. Setelah dihitung-hitung ternyata biayanya sama dengan kuliah di negeri sendiri di universitas swasta yang terkemuka. Dengan belajar di negeri orang, kita bukan hanya dapat ilmu tetapi juga pengalaman dan kemandirian yang tidak bisa diperoleh jika sekolah di sini. Dan sudah barang tentu, komunikasi dalam bahasa Inggris pun semakin lancar. Dan temanku pun berujar bahwa tidak perlu meninggalkan harta warisan, tetapi kasih kesempatan belajar seluas-luasnya Insya Allah bisa jadi bekal hidupnya kelak.</p>
<p>Anakku masih SD sih, tetapi ikut kepikiran juga. Pendidikan seperti apa yang kelak aku berikan untuk anakku? Aku bukan hartawan yang bisa mewariskan milyaran, saat ini ya hahaa&#8230;, maka aku pun punya mimpi bahwa putriku bisa mengenyam pendidikan di luar negeri. Bukan sok-sok an, tetapi belajar di negeri orang memiliki tantangan yang berbeda, dan seperti yang tadi aku bilang anak bisa lebih mandiri dan percaya diri berdiri sejajar dengan bangsa lain. Hal itu penting, karena sudah cukup lama kita terjajah baik secara fisik dan sekarang secara mental. Bukan lagi saatnya kita hanya belanja hasil karya dari negeri orang tetapi mereka harus membeli karya kita.</p>
<p>Kita dan orang-orang di luar sana sama-sama diberi otak dan hati, yang membedakan hanyalah apa yang telah kita masukkan ke dalam otak dan hati kita. Kita bisa jadi apapun yang kita mau, asal mau belajar. Karena penguasa dunia adalah mereka yang mengusai ilmu pengetahuan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/osamaliki.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/osamaliki.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/osamaliki.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/osamaliki.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/osamaliki.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/osamaliki.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/osamaliki.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/osamaliki.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/osamaliki.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/osamaliki.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/osamaliki.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/osamaliki.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/osamaliki.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/osamaliki.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=451&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://osamaliki.wordpress.com/2011/10/05/belajar-untuk-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a64f990f0d5d6e9ced6cdeb7527cfa1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">pasar sapi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/10/be6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BE6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terbangkan Mimpi Rendahkan Hati</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com/2011/09/16/terbangkan-mimpi-rendahkan-hati/</link>
		<comments>http://osamaliki.wordpress.com/2011/09/16/terbangkan-mimpi-rendahkan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 03:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pasarsapi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengelola orang]]></category>
		<category><![CDATA[citilink]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[kunci sukses]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan pramugari]]></category>
		<category><![CDATA[melayani]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://osamaliki.wordpress.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, karena badanku bongsor dengan tinggi di atas rata-rata manusia di kampungku serta badan yang langsing, seringkali orang bilang’ “jadi pramugari ajah” . Saking seringnya sampai lama-lama bosen dengarnya. Wong aku ini anak kampung, belum pernah naik pesawat bahasa Inggris ndak bisa, mana beranilah bermimpi jadi pramugari. Cita-citaku dulu paling puool jadi pegawai bank kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=439&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_441" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/09/16/terbangkan-mimpi-rendahkan-hati/i-2/" rel="attachment wp-att-441"><img class="size-full wp-image-441" title="I" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/09/pramugari1.jpg?w=604&#038;h=408" alt="" width="604" height="408" /></a><p class="wp-caption-text">Foto dari corbis dot com</p></div>
<p>Dulu, karena badanku bongsor dengan tinggi di atas rata-rata manusia di kampungku serta badan yang langsing, seringkali orang bilang’ “jadi pramugari ajah” . Saking seringnya sampai lama-lama bosen dengarnya. Wong aku ini anak kampung, belum pernah naik pesawat bahasa Inggris ndak bisa, mana beranilah bermimpi jadi pramugari. Cita-citaku dulu paling puool jadi pegawai bank kecil di kampungku, dan itu sudah terasa mewah.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, dan karena terlalu sering juga diprovokasi supaya jadi pramugari kemudian aku jadi mikir. Apa iya ya, aku cocok jadi pramugari? Apa iya keterima? Gadis kampung yang bisanya bahasa jawa?  Sambil membaca-baca majalah yang memuat berita-berita tentang kota-kota di luar negeri, diriku pun menghayal. Seandainya aku jadi pramugari, aku bakal mudah berkunjung ke kota-kota dalam gambar itu. Berfoto, mencoba makanan yang asing, jalan-jalan ke museum atau bangunan-bangunan keren, taman-taman yang indah penuh burung dan bunga-bunga warna-warni. Oh indahnya…!</p>
<p>Eits tapi tunggu dulu, tugas pramugari itu apa? Kemudian aku pun bertanya kesana kemari mencari info tentang tugas pramugari. Kebetulan, salah satu kakak kelas di SMA adalah pramugari dan dia bercerita tentang tugas utamanya yaitu melayani penumpang, seperti mengambilkan makanan, atau minuman, memenuhi panggilan penumpang jika butuh sesuatu. Dan harus sabar dengan tingkah penumpang yang terkadang aneh bin nyebelin. Aku pun merenungkan kembali, apa bisa aku melayani orang sedangkan aku seringkali males dimintai tolong ibuku untuk bersih-bersih atau menghidangkan suguhan untuk tamu. Duh, gengsi dong masak jadi pelayan?</p>
<p>Sekarang aku sudah menjadi ibu dan bekerja, mimpi tentang pramugari itu pun terkubur lenyap ditelan rutinitas dan mimpi-mimpi yang lain. Ketika baca-baca <a href="http://www.facebook.com/pages/Citilink/37846458541">ini</a>, aku jadi teringat kembali. Kalau waktu bisa diputar kembali, maukah aku jadi pramugari? Melayani penumpang yang bermacam ragam dan melakukan perjalanan hampir setiap hari serasa tidak punya rumah? Aku akan jawab : MAU! Kenapa? Mari aku ceritakan sesuatu tentang pembelajaran hidup.</p>
<p>Sekian puluh tahun bekerja dan berkegiatan memberikan banyak pelajaran hidup. Pekerjaanku memungkinkan aku bertemu tokoh-tokoh penting, pengusaha sukses dan orang-orang hebat. Aku seringkali mengamati, apa ya yang membuat mereka sukses? Adakah resep yang mujarab? Tentu saja aku tidak menemukan resep jitunya, tetapi ada hal yang menarik yang aku peroleh. Orang-orang hebat itu adalah pemimpin yang handal di bidangnya, entah dia Direktur, CEO, Wirausahawan, Menteri, maupun Gubernur atau Bupati. Untuk Menteri, Bupati dan Gubernur tidak semua sih handal (nanti ada catatan tersendiri untuk mereka), tetapi adalah beberapa yang handal. Dan kunci pemimpin itu adalah melayani. Mereka luwes melayani kolega, klien, konsumen, ataupun warganya.</p>
<p>Beberapa orang sukses yang aku kagumi, hampir sebagian besar adalah orang yang ramah dan rendah hati. Posisi yang diraihnya sekarang berkat kerja kerasnya bertahun-tahun melayani orang-orang yang terkait dengan pekerjaannya. Dan pasti mereka sudah bertemu dengan banyak orang dan berbagai karakter, sehingga mereka bisa luwes menjalin kerjasama. Siapa sih yang tidak senang dilayani? Hampir semua senang dong, dan ilmu melayani itu bukan sekedar “yess men” dan kemudian menjalankan instruksi seperti robot.</p>
<p>Hakikat melayani adalah bisa memenuhi harapan orang lain tanpa kita merasa tertindas dan tak perlu merendahkan diri. Perlu ketrampilan komunikasi dan belajar melapangkan hati.  Kerendahan hati bisa diasah dengan melayani sesama. Bahkan konon, Nabi pun melayani umatnya. Karena kunci pemimpin yang benar adalah melayani. Dan melayani itu tidak ada sekolahnya, semua harus dipelajari dengan praktek langsung.</p>
<p>Bayangin kalau jadi pramugari, aku harus melayani penumpang dengan tulus dan ramah. Menghadapi berbagai macam orang itu penuh tantangan. Di pesawat pasti penumpang berganti-ganti, jadi aku akan ketemu banyak sekali orang. Pekerjaan pramugari tidak mudah, selain masalah skill kita juga harus belajar mengendalikan ego, sehingga bisa melayani dengan tulus bukan sekedar kewajiban. Jika kita berhasil, maka bukan hanya gaji dan jalan-jalan gratis tetapi kita lebih bijak dan siapa tau kelak jadi pemimpin yang sukses mengatur warganya atau pemimpin yang sukses menjalankan usahanya. Selain itu, kita juga bisa membangun networking lho! Pelajaran hidup yang luar biasa, bukan?</p>
<p>Buat kalian yang masih muda, saatnya menimba ilmu dan pengalaman seluas-luasnya. Menjadi pramugari adalah salah satu pilihan yang menarik.  Jadi buruan gih daftar <a href="http://www.facebook.com/pages/Citilink/37846458541?sk=app_151441281606931">di sini</a> dan Good Luck yaa! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/osamaliki.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/osamaliki.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/osamaliki.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/osamaliki.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/osamaliki.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/osamaliki.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/osamaliki.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/osamaliki.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/osamaliki.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/osamaliki.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/osamaliki.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/osamaliki.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/osamaliki.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/osamaliki.wordpress.com/439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=439&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://osamaliki.wordpress.com/2011/09/16/terbangkan-mimpi-rendahkan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a64f990f0d5d6e9ced6cdeb7527cfa1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">pasar sapi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/09/pramugari1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">I</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terimakasih Gusti Allah&#8230;</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com/2011/09/09/terimakasih-gusti-allah/</link>
		<comments>http://osamaliki.wordpress.com/2011/09/09/terimakasih-gusti-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 08:56:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pasarsapi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campur- aduk]]></category>
		<category><![CDATA[9 September]]></category>
		<category><![CDATA[birthday]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://osamaliki.wordpress.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Terimakasih Gusti Allah, hari ini saya digenapkan umurnya, diberi kesempatan hidup di bumi, diberi kesehatan untuk bekerja dan berbagi, diberi kemudahan untuk menyelesaikan, diberi kehangatan keluarga besar, diberi kekuatan untuk selalu berdiri kembali disetiap kejatuhan. Terimakasih Gusti Allah, saya diberikan amanah seorang putri, berkah sekaligus ujian untuk menjadikan saya manusia yang bertanggung jawab. Gusti Allah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=435&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih Gusti Allah,</p>
<p>hari ini saya digenapkan umurnya, diberi kesempatan hidup di bumi, diberi kesehatan untuk bekerja dan berbagi, diberi kemudahan untuk menyelesaikan, diberi kehangatan keluarga besar, diberi kekuatan untuk selalu berdiri kembali disetiap kejatuhan.</p>
<p>Terimakasih Gusti Allah,</p>
<p>saya diberikan amanah seorang putri, berkah sekaligus ujian untuk menjadikan saya manusia yang bertanggung jawab.</p>
<p>Gusti Allah,</p>
<p>jadikan saya disetiap pergantian waktu menjadi manusia yang lebih baik</p>
<p>jadikan saya disetiap langkah adalah kerendahan hati dan kesabaran</p>
<p>jadikan saya disetiap mimpi adalah untuk kebaikan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gusti Allah,</p>
<p>saya terlalu banyak meminta, padahal sedikit waktu saya untukMU&#8230;pengampunanMU dengan kasih sayang sangat saya harapkan karena saya selalu khilaf dan lupa.  Ampuni hambaMU yang selalu meminta dan seringkali lupa bersyukur.</p>
<p>Gusti Allah,</p>
<p>Terimakasih&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/osamaliki.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/osamaliki.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/osamaliki.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/osamaliki.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/osamaliki.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/osamaliki.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/osamaliki.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/osamaliki.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/osamaliki.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/osamaliki.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/osamaliki.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/osamaliki.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/osamaliki.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/osamaliki.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=435&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://osamaliki.wordpress.com/2011/09/09/terimakasih-gusti-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a64f990f0d5d6e9ced6cdeb7527cfa1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">pasar sapi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah Ibu</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/29/rumah-ibu/</link>
		<comments>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/29/rumah-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 04:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pasarsapi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengelola orang]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[salatiga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://osamaliki.wordpress.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Ibu, aku telah sampai di rumahmu Sudah 4 hari ini aku sampai di rumah, di mana aku dilahirkan dan menghabiskan masa kecilku sampai beranjak dewasa. Aku masuk kamarmu, di mana aku selalu tidur bersamamu jika aku pulang ke rumah Ibu. Kita tidur bertiga di sini, Ibu, aku dan Kika. Semuanya masih sama, kasur besar, lemari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=426&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_430" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/29/rumah-ibu/rumah-ibu-2/" rel="attachment wp-att-430"><img class="size-full wp-image-430" title="rumah ibu" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/rumah-ibu1.jpg?w=604&#038;h=453" alt="" width="604" height="453" /></a><p class="wp-caption-text">Osamaliki - Salatiga</p></div>
<p>Ibu,</p>
<p>aku telah sampai di rumahmu</p>
<p>Sudah 4 hari ini aku sampai di rumah, di mana aku dilahirkan dan menghabiskan masa kecilku sampai beranjak dewasa.</p>
<p>Aku masuk kamarmu, di mana aku selalu tidur bersamamu jika aku pulang ke rumah Ibu. Kita tidur bertiga di sini, Ibu, aku dan Kika. Semuanya masih sama, kasur besar, lemari besar dan televisi di kamarmu. Di pojokan masih ada juga tumpukan berkas-berkas organisasi di mana Ibu jadi ketuanya.</p>
<p>Ibu,</p>
<p>ketika aku membuka pintu kamarmu, sepi&#8230;..</p>
<p>Terlalu sepi dan kosong. Tidak ada tangan yang aku cium, tidak ada pipi keriput yang aku cium, tidak ada senyummu.</p>
<p>Ibu,</p>
<p>Apa kabarmu di tanah suci? Pasti bahagia. Ini mimpi Ibu yang sudah lama sekali. Dulu ketika Ibu menyampaikan keinginan untuk menghabiskan Ramadhan hingga lebaran di tanah suci, rasanya seperti jauh di awang-awang. Tetapi engkau selalu yakin, suatu saat pasti bisa tercapai.</p>
<p>&#8220;Aku ingin, sebelum meninggal pernah berpuasa ramadhan di rumah Allah, di Mekkah&#8221; begitu ujarmu dulu. Dan Ramadhan kali ini, Ibu benar-benar di tanah suci, sebulan penuh. Sebelumnya, Ibu sempat bertanya : &#8220;Kalau aku menghabiskan Ramadhan dan Lebaran di tanah suci, aku egois gak? Kalian Lebaran aku tinggal.&#8221; Aku sempat terhenyak! Aah&#8230;Ibu, memang kami ingin ketika pulang kampung lebaran ada Ibu yang menyambut di rumah, ada Ibu yang menemani di sahur-sahur terakhir, ada masakan Ibu ketika Lebaran. Tetapi Bu, kalau Ibu bahagia pasti anak-anaknya lebih bahagia lagi. Ramadhan di tanah suci adalah mimpimu sejak dulu kala, kini sudah di depan mata tinggal melangkah, Ibu tidak perlu ragu lagi. Semua anakmu ingin mewujudkan mimpimu. Dan Ibu tidak egois.</p>
<p>Ibu,</p>
<p>aku masih ingat ketika Bapak dipanggil Tuhan dengan tumpukan hutang dan enam anak yang semua masih sekolah, saat itu Ibu benar-benar berjuang seluruh jiwa raga dan perhatian hanya untuk anak. Tidak berani mengungkapkan mimpimu. Saat ini ketika anak-anakmu sudah bisa hidup masing-masing, saatnya Ibu mengurai kembali mimpi-mimpi yang dulu terucap pun tidak berani.</p>
<p>Ibu,</p>
<p>aku di rumah Ibu sekarang. Menuliskan ini dengan haru biru. Di rumah ini aku dilahirkan, di rumah ini juga anakku pertama kali mengenal rumah setelah lahir di rumah sakit. Di rumah ini, perjuangan hidup yang sesungguhnya di mulai. Di rumah ini saksi perjuangan Ibu, saksi kepergian Bapak, saksi waktu demi waktu engkau menempa anak-anakmu.</p>
<p>Ibu,</p>
<p>aku di rumahmu sekarang, rumah di mana hati kita semua tertambat. Hati Ibu dan anak-anakmu.</p>
<p>Selamat sholat Ied di depan Ka&#8217;bah Ibu, kutunggu pulangmu dengan bahagia, sehat dan selamat.</p>
<p>Ibu,</p>
<p>Aku rindu&#8230;.</p>
<p>Ditulis dari kamar Ibu, Ramadhan hari ke 29 menjelang lebaran.</p>
<p>Salatiga 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/osamaliki.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/osamaliki.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/osamaliki.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/osamaliki.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/osamaliki.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/osamaliki.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/osamaliki.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/osamaliki.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/osamaliki.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/osamaliki.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/osamaliki.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/osamaliki.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/osamaliki.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/osamaliki.wordpress.com/426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=426&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/29/rumah-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a64f990f0d5d6e9ced6cdeb7527cfa1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">pasar sapi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/rumah-ibu1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rumah ibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mudik Nyaman, Mungkin Banget!</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/26/mudik-nyaman-mungkin-banget/</link>
		<comments>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/26/mudik-nyaman-mungkin-banget/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 07:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pasarsapi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengelola acara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://osamaliki.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran menjelang. Kerepotan apalagi selain pengeluaran yang pasti lebih besar dari hari biasa dan persiapan mudik? Iya mudik bagi sebagian orang adalah ritual yang tidak mungkin ditinggalkan termasuk saya yang masih punya Ibu dan Simbah di kampung halaman. Apalagi kalau membawa anak, repotnya dua kali lipat. Untung anak saya sudah berumur 8 tahun, jadi kerepotan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=405&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/26/mudik-nyaman-mungkin-banget/telkomsel2-2/" rel="attachment wp-att-411"><img class="alignleft size-full wp-image-411" title="telkomsel2" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/telkomsel21.jpg?w=604" alt=""   /></a>Lebaran menjelang. Kerepotan apalagi selain pengeluaran yang pasti lebih besar dari hari biasa dan persiapan mudik? Iya mudik bagi sebagian orang adalah ritual yang tidak mungkin ditinggalkan termasuk saya yang masih punya Ibu dan Simbah di kampung halaman. Apalagi kalau membawa anak, repotnya dua kali lipat. Untung anak saya sudah berumur 8 tahun, jadi kerepotan tidak sebesar jika anak-anak masih balita. Bahkan sesekali putri saya bisa membantu membawakan buntelan mudik hehee&#8230;</p>
<p>Seperti tahun-tahun sebelumnya, jika pengin mudik dengan nyaman tanpa menguras kantong maka harus memesan tiket jauh-jauh hari. Kalau mendadak tinggal dua pilihan : tiket harganya selangit atau tidak kebagian sama sekali. Agenda mudik, wassalam.</p>
<p>Saya sebenarnya sudah merencanakan mudik jauh-jauh hari dengan menggunakan mobil, karena kebetulan ada mobil yang harus di bawa ke kampung. Tetapi di tengah bulan Ramadhan dapat kabar, mobilnya masih disewa sampai tanggal 10 September. Waduh! Pilihan tinggal mencari tiket dengan harga selangit, atau menumpang mobil saudara. Saya lebih memilih menumpang mobil kakak, yang kebetulan memang kosong. Tetapi jadwal kepulangan, tergantung hari liburnya Kakak yang pasti sangat mepet dengan hari lebaran. Membayangkan jalanan menjelang hari &#8211; H pasti padat merayap berhenti alias macet, sambil berdoa semoga kemacetan tidak parah sehingga kami tidak terpanggang kelamaan di jalan. Saya pasrah saja, daripada tidak mudik lebih ngenes lagi.<a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/26/mudik-nyaman-mungkin-banget/telkomsel8/" rel="attachment wp-att-412"><img class="alignright size-full wp-image-412" title="telkomsel8" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/telkomsel8.jpg?w=604" alt=""   /></a></p>
<p>Ketika membaca salah satu milis yang saya ikuti, ada pengumuman tawaran mudik gratis, pulang tanggal 25 pagi. Wah, serasa dapat durian runtuh, karena tepat tanggal segitu anak saya sudah libur. Kalau saya sih bisa mudik kapan saja, karena gak punya kantor, seorang freelancer online yang bisa bekerja dari mana saja. Eitts..tunggu dulu! Tiketnya untuk berapa orang, dan menurut info rutenya ke Surabaya, padahal saya turunnya di Semarang. Iseng-iseng mencoba mengontak panitia yang menyediakan mudik gratis, siapa tahu saya beruntung!</p>
<p>Tuhan Maha Baik, saya masih diberi jalan keluar yang menyenangkan. Ternyata oh ternyata saya bisa turun di Semarang dan vouchernya berlaku untuk dua orang. Pas banget! Dan saya pun kemudian sibuk mempersiapkan mudik yang dipercepat. Ngebut dalam dua hari menyelesaikan segala kewajiban di ibukota, dan ngepak baju-baju serta perlengkapan buat mudik. Hasil pengepakan adalah satu tas koper besar, dengan 2 tas jinjing. Hadueh banyak banget yak! Terpikir bagasi di kabin kereta kan kecil, mana bisa koper saya yang segede gambreng bisa masuk? Ya sudah, nanti ditaruh di kaki, sempit-sempitan dikit tak mengapa yang penting bisa mudik lancar selamat. Sempat membayangkan Gambir pasti penuh sesak, jadi mesti siap-siap tenaga ekstra untuk nyeret koper berdesak-desakan sambil nggandeng anak supaya tidak lepas.</p>
<p>Rabu pagi, Kika putri saya sudah tidak sabar untuk mudik. Saya pun berdoa semoga nanti dimudahkan semuanya. Saya adalah Emak yang selalu cemas jika perjalanan ini tidak membuat nyaman anaknya. Segala hal saya persiapkan untuk membuat nyaman : membawakan makanan kesukaan dan mainan supaya tidak bosan di kereta yang pasti penuh sekali.</p>
<p>Sampai di Gambir, sudah ada meja penerima peserta mudik meriah untuk menukarkan voucher dengan tiket kereta. Ternyata Gambir tidak penuh sesak, dan kami melalui pintu khusus yang bebas serbuan porter dan calo. Di meja penukaran voucher kami dilayani dengan baik. Selain tiket gratis ternyata saya juga mendapat berbagai macam bingkisan : ada makanan, minuman, tas, kaos dan bantal. Wah, menyenangkan ternyata mudik gratis ini. Gak cuma itu, tas saya yang segede gambreng pun langsung diterima di meja yang ada tulisannya &#8220;BAGASI&#8221;. Kata petugasnya, tasnya nanti ada ngurus untuk dibawa sampai di kereta tepat di kursi sesuai dengan nomer kursi. Alhamdulillaaaah&#8230;.apa yang saya kuatirkan pun lenyap. Saya gak perlu nggotong-nggotong koper hingga lantai paling atas. Sambil menunggu kereta siap, kami duduk manis ditemani penampilan band yang menyanyikan lagu-lagu seru. Penumpang mudik pun ikut serta menyanyi dan bergembira ria.<a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/26/mudik-nyaman-mungkin-banget/telkomsel24/" rel="attachment wp-att-413"><img class="alignleft size-full wp-image-413" title="telkomsel24" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/telkomsel24.jpg?w=604" alt=""   /></a></p>
<p>Tiba waktunya harus naik ke kereta. Dipandu oleh petugas, kami dengan tertib menaiki kereta. Tidak perlu berjejal-jejal dan berebut. Dan kereta nya pun ternyata kereta khusus untuk acara mudik meriah. Masuk ke gerbong 2 sesuai tiket kami, saya takjub. Woow&#8230;! Ternyata keretanya benar-benar bagus dan lega. Ukuran lega buat saya adalah kaki. Saya perempuan dengan ukuran extra ordinary karena tinggi badan mencapai 175 cm sering kerepotan meletakkan kaki di transportasi publik. Di Kereta ini, ternyata nyaman sekali. Tempat kaki luas, bangku juga lebih nyaman, dan bagasi kabinnya ternyata gede banget. Koper saya pun muat ditaruh di atas tanpa perlu menggangu posisi duduk kami. Senangnyaaaa&#8230;.!</p>
<p>Benar-benar berkah mudik kali ini. Dapat kereta bagus, gratis, penuh dengan bingkisan dan di dalam kereta ada bacaan gratis. Belum habis itu semua, selama perjalanan ada games berhadiah dan pembagian makanan..lagi! Kika pun happy dan sempat komentar : &#8220;Seperti di pesawat ya, Bu&#8221;</p>
<p>Perjalanan pagi &#8211; siang pun tidak lagi membosankan. Biasanya saya menghindari perjalanan pagi, karena lebih lelah dan bosan. Kalau malam kan tinggal tidur, tau-tau sampai deh! Tapi untuk kali ini, sungguh menyenangkan. Kami bisa menikmati perjalanan sambil melihat pemandangan yang memang cukup bagus. Apalagi setelah masuk Jawa tengah menjelang Semarang, kita akan disguhi pemandangan sebelah kiri laut dan sebelah kanan tanaman padi hijau menghampar. Eksotis!<a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/26/mudik-nyaman-mungkin-banget/telkomsel29-2/" rel="attachment wp-att-418"><img class="alignright size-full wp-image-418" title="telkomsel29" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/telkomsel291.jpg?w=604" alt=""   /></a></p>
<p>Kereta berjalan tepat waktu, dan sampai pun tepat waktu juga. Tidak ada hal-hal yang mengganggu. Tampak panitia dan penyelenggara mempersiapkan mudik meriah ini dengan sangat baik. Terimakasih Telkomsel sudah mengajak saya dan putri saya mudik bareng. Walapun saya pengguna Telkomsel sejak jaman dulu kala hingga kini, tetapi saya tidak pernah menyangka akan diajak mudik bareng. Teman-teman dari Telkomsel pun melayani dengan ramah dan sangat membantu. Buat saya seorang ibu yang melakukan perjalanan dengan anak, kenyamanan adalah utama. Dan telkomsel telah membuat perjalanan kami nyaman dan senang.<a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/26/mudik-nyaman-mungkin-banget/telkomsel28/" rel="attachment wp-att-414"><img class="alignleft size-full wp-image-414" title="telkomsel28" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/telkomsel28.jpg?w=604" alt=""   /></a></p>
<p>Saya adalah kelompok pertama yang mudik dengan kereta, karena menurut informasi ada 4 kelompok mudik kereta yaitu tanggal 5 September pagi dan malam serta tanggal 26 pagi dan malam. Selain kereta, semua moda transportasi disediakan untuk mudik meriah ini yaitu transportasi darat, udara dan laut. Selain kereta ada juga bis dengan segala arah tujuan.</p>
<p>Selamat mudik teman-teman, tiada yang lebih bahagia bisa berkumpul dengan keluraga dan sanak saudara. Pastikan perjalanan mudik kalian nyaman, dan selamat sampai tujuan. Hati-hati ya..!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/osamaliki.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/osamaliki.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/osamaliki.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/osamaliki.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/osamaliki.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/osamaliki.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/osamaliki.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/osamaliki.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/osamaliki.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/osamaliki.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/osamaliki.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/osamaliki.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/osamaliki.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/osamaliki.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=405&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/26/mudik-nyaman-mungkin-banget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a64f990f0d5d6e9ced6cdeb7527cfa1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">pasar sapi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/telkomsel21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">telkomsel2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/telkomsel8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">telkomsel8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/telkomsel24.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">telkomsel24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/telkomsel291.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">telkomsel29</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/telkomsel28.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">telkomsel28</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan untuk Kika</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/07/ramadhan-untuk-kika/</link>
		<comments>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/07/ramadhan-untuk-kika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 03:51:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pasarsapi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengelola orang]]></category>
		<category><![CDATA[Haiqa Matahati]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Kika]]></category>
		<category><![CDATA[mengasuh anak]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://osamaliki.wordpress.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Bulan puasa penuh berkah. Mungkin bagi sebagian orang hanya jargon rutin setahun sekali, atau ucapan untuk menyambut bulan Ramadhan. Tetapi buat saya yang abangan ini, bulan Ramadhan benar-benar banyak berkahnya. Sebagai seorang ibu yang mempunyai anak belum genap 8 tahun, bulan puasa adalah tantangan tersendiri. Mengajak anak berpuasa sehari penuh, membangunkan sahur dan mengajak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=400&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/07/ramadhan-untuk-kika/fb-kika-sholat/" rel="attachment wp-att-402"><img class="aligncenter size-full wp-image-402" title="fb.kika sholat" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/fb-kika-sholat.jpg?w=604" alt=""   /></a></p>
<p>Bulan puasa penuh berkah. Mungkin bagi sebagian orang hanya jargon rutin setahun sekali, atau ucapan untuk menyambut bulan Ramadhan. Tetapi buat saya yang abangan ini, bulan Ramadhan benar-benar banyak berkahnya.</p>
<p>Sebagai seorang ibu yang mempunyai anak belum genap 8 tahun, bulan puasa adalah tantangan tersendiri. Mengajak anak berpuasa sehari penuh, membangunkan sahur dan mengajak makan dengan menu yang ada di meja makan bukan perkara mudah. Sempat deg-degan menjelang bulan Ramadhan. “Kira-kira, saya bisa nggak ya mengajak putri saya berpuasa tanpa paksaan, dan dia melaksanakan dengan enjoy?” Karena di kepala saya, ibadah itu harusnya tanpa paksaan atau ancaman dosa dan neraka. Ibadah harus berhubungan langsung dengan dirinya sendiri. Tetapi mengajarkan itu kepada anak, gimana caranya?</p>
<p>Sahur pertama, Kika –putri saya- bangun dengan semangat karena ada saudara sepupunya yang menemani. Dan dia happy banget bisa sahur bareng ibu, pakde, bude, tante dan saudara sepupunya. Jarang kami bisa terkumpul dalam satu meja. Awal yang baik, dan tanpa tantangan yang berarti. Begitu pun ketika sholat subuh dan mengaji, dia mengerjakan sendiri tanpa disuruh.</p>
<p>Waktu Kakak sepupunya akhirnya pulang, karena liburan usai kekhawatiranku kembali muncul. Kalau tidak ada temannya, mau gak ya Kika dibangunkan sahur? Dengan sedikit upaya, Kika bisa bangun sahur, dan agak sedkiti dipaksa makan. Di hari-hari biasa Kika susah makan, apalagi makan dini hari gak ada menariknya. Tetapi dia tetap mau makan asal disuapi. Ya gak papa, itung-itung itu cara saya meluangkan waktu untuk dia. Karena di hari biasa saya disibukkan dengan mencari nafkah untuk kami berdua, sehingga Kika sering saya tinggal.</p>
<p>Taraweh pertama juga dilakukan Kika dengan baik. Dia menyelesaikan 23 rekaat tanpa berhenti. Sempat protes karena bacaan dia belum selesai tetapi sudah berganti gerakan lagi. Kata Kika, “ngebut banget sih, Bu”. Tadinya saya tidak berharap banyak Kika bisa menyelesaikan seluruh rekaat, mau ikut taraweh saja saya sudah bersyukur. Saya pun menyiapkan sajadah besar, siapa tahu dia ngantuk di tengah-tengah ibadah, maka dia bisa tidur di sajadah samping saya. Ternyata dia tidak tidur, bahkan tidak berhenti. Walaupun agak terkantuk-kantuk. Kita pun yang dewasa susah sekali bukan untuk mengerjakan tarawih 23 rekaat.</p>
<p>Suatu hari, saya kelelahan sekali sehingga habis buka ingin istirahat di rumah tidak taraweh di Masjid. Jarak dari rumah ke masjid cukup jauh. Biasanya kami menumpang mobil pakdenya atau naik taksi. Tiba-tiba Kika bilang : “Ibu, aku mau taraweh ke masjid, tetapi harus sama Ibu.” Akhirnya mau gak mau saya harus berangkat ke masjid. Masak anak saya yang berumur 7 tahun semangat ke masjid, ibunya tidak mendukung? Mungkin orang tua lain kesusahan mengajak anaknya ke masjid, tetapi saya bahkan yang diajak anak saya.</p>
<p>Selama di masjid, selain sholat Isya dan taraweh ada ceramah yang cukup panjang. Kika tetap duduk manis mendengarkan ceramah hingga usai tidak tergoda untuk ikut bermain dengan anak-anak lain yang rame di halaman masjid. Begitu pun ketika taraweh. Anak-anak berseliweran maen dan jalan-jalan keluar masjid, tetapi Kika tetap menjalankan rekaat demi rekaat sambil berhitung kapan selesainya, ha ha haa.</p>
<p>Buat saya itu berkah dan kemudahan luar biasa. Saya bukan orang tua yang religius dan berilmu agama tinggi dan saya juga bukan ibu yang pintar mengasuh anak. Kesibukan saya, seringkali tidak bisa mengajarkan banyak hal terutama tentang agama. Ramadhan memang melimpahkan rahmat untuk keluarga kecil saya. Dalam setiap doa saya, putri saya menjadi anak yang bertaqwa dan memberi  manfaat buat sesama. Saya tidak meminta dia kelak menjadi apa, bisa mandiri dan tidak merepotkan orang lain itu sudah cukup. Karena saya tahu, saya tidak bisa mendampingi selamanya.</p>
<p>Terimakasih Ramadhan, kehadiranmu memberikan banyak hal untuk saya. Karena Ramadhan juga memberi kesempatan kepada saya untuk berbagi. Saya tidak punya harta yang banyak, tetapi saya punya tenaga dan pikiran yang bisa membantu sesama. Kalau doa untuk putri saya adalah kelak dia menjadi manusia yang bermanfaat, begitu juga dengan saya sendiri. Saya ingin berarti hidup di dunia ini, saya ingin memberikan manfaat bagi sekitar walaupun kecil. Karena seperti kata almarhum Gus Dur : Manusia yang berhasil adalah manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/osamaliki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/osamaliki.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/osamaliki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/osamaliki.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/osamaliki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/osamaliki.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/osamaliki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/osamaliki.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/osamaliki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/osamaliki.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/osamaliki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/osamaliki.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/osamaliki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/osamaliki.wordpress.com/400/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=400&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/07/ramadhan-untuk-kika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a64f990f0d5d6e9ced6cdeb7527cfa1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">pasar sapi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/fb-kika-sholat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fb.kika sholat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencatat Hal Biasa, Menuliskan dengan Sederhana</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/07/mencatat-hal-biasa-menuliskan-dengan-sederhana/</link>
		<comments>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/07/mencatat-hal-biasa-menuliskan-dengan-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 02:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pasarsapi</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Akademi Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[#akber]]></category>
		<category><![CDATA[akademi berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Kamis]]></category>
		<category><![CDATA[kelas gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Citra]]></category>
		<category><![CDATA[Zen Rs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://osamaliki.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[*tulisan ini mengenai kelas penulisan yang diajar oleh Zen RS. Sangat basic dan dalam artinya bagi yang ingin menjadi penulis* Selama bulan puasa, kelas Akademi Berbagi (Akber) tetap berjalan seperti biasa, hanya kita majukan jamnya menjadi pukul 16.00 sampai menjelang buka puasa. Selama bulan Agustus ini tema besar kelasnya adalah : PENULISAN. Minggu pertama, kamis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=390&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_392" class="wp-caption aligncenter" style="width: 285px"><a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/07/mencatat-hal-biasa-menuliskan-dengan-sederhana/zenrs/" rel="attachment wp-att-392"><img class="size-full wp-image-392" title="zenrs" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/zenrs.jpg?w=604" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Foto ambil dari bahtiar.wordpress.com</p></div>
<p><em>*tulisan ini mengenai kelas penulisan yang diajar oleh <a href="http://pejalanjauh.com/">Zen RS</a>. Sangat basic dan dalam artinya bagi yang ingin menjadi penulis*</em></p>
<p>Selama bulan puasa, kelas Akademi Berbagi (Akber) tetap berjalan seperti biasa, hanya kita majukan jamnya menjadi pukul 16.00 sampai menjelang buka puasa. Selama bulan Agustus ini tema besar kelasnya adalah : PENULISAN. Minggu pertama, kamis kemaren diawali dengan guru <a href="http://pejalanjauh.com">Zen RS</a>  <a href="http://twitter.com/zenrs">@zenrs</a> dengan judul : Mencatat Hal Biasa dan Menuliskannya dengan Sederhana. Sebuah pembelajaran tentang menulis dasar dan sangat penting.</p>
<p>Kita seringkali ribet dengan keinginan kita untuk bisa menulis langsung bagus dan sempurna dipuja-puji banyak orang. “Jangan mimpi tulisan pertamamu bagus!’ begitu kata <a href="http://pejalanjauh.com/">Zen</a>. Perlu berlatih berulang-ulang dengan memulai saat ini. Bukan besok, karena setiap hari selalu ada cerita yang menarik untuk ditulis. Mulailah menulis dari apa yang kita lihat, kira alami, dan kita rasakan. Karena itu untuk mempermudah kita mengasah kemampuan. Jangan, belum-belum udah menulis sesuatu yang kita tidak pernah tau.</p>
<p>Catatan harian adalah langkah awal untuk menulis. Dengan membuat catatan setiap peristiwa, kita belajar mendokumentasikan pikiran-pikiran kita sehingga suatu saat pasti berguna. Hanya diperlukan pena dan kerta untuk mulai menulis, atau computer dan listrik kalau jaman sekarang, begitu tutur<a href="http://pejalanjauh.com/"> Zen</a>. Belajar menulis dengan membuat catatan harian lebih mudah dan tanpa beban karena kita tidak berpretensi apa-apa. Karena menulis itu untuk menulis itu sendiri.</p>
<p>Harus dibedakan antara menulis dan mengedit. Mencampuradukan kedua justru akan menghambat kita untuk menulis. Menulis memerlukan emosi dan hati sedang mengedit memerlukan akal. Seringkali kita berusaha mengedit tulisan yang belum selesai karena kita ingin hasil yang bagus. Menulis harus tanpa pretensi, pretensi untuk keren, pretensi untuk dimuat. Tulislah semua yang ada di pikiran dengan jujur. Jujur di sini bukan berarti membuka semua aib kita, tetapi menulis apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan dengan apa adanya. Tuangkan semua pikiranmu sampai habis, dan jangan buru-buru melakukan editing. Jangan pernah berhenti, teruslah menulis.Ada banyak ide cerita disekeliling kita, sayang kita tidak punya waktu untuk memperhatikan. Apalagi jaman sekarang segala sesuatu berjalan begitu cepat.</p>
<p>“Menunda menulis adalah perkara besar!” <a href="http://pejalanjauh.com/">Zen</a> menyampaikan dengan lugas tentang betapa pentingnya membuat sebuah tulisan. Tulisan yang bagus selalu berdasarkan realitas dan diawali dengan riset. Riset untuk tempat dan kelengkapan remeh temeh yang diperlukan untuk membuat cerita itu masuk akal. Selain riset kita juga perlu memperbanyak referensi, semakin banyak referensi akan semakin memperkaya cerita.</p>
<p>Apa yang diungkap <a href="http://pejalanjauh.com/">Zen</a> selama hampir dua jam adalah perkara dasar yang harus dipunyai jika ingin menjadi penulis. Tidak ada yang lahir langsung jadi penulis, diperlukan berlatih berulang-ulang dan dibiasakan. Jaman sekarang banyak cara untuk membiasakan menulis. Misalnya dengan membuat foto, dan setiap foto kita buat chapter satu dua paragraph untuk menceritakan gambar tersebut. Atau membuat catatan ringan perjalanan kita.</p>
<p>Yang mengagumkan diri <a href="http://pejalanjauh.com/">Zen</a> adalah, referensi bacaan dia sangat banyak dan beragam. Hampir yang dia pernah baca, dia ingat karena dia terbiasa menuliskan segala sesuatunya. Dari kecil dia diajari ibunya untuk menulis. Pernah sewaktu SD diminta ibunya duduk di dekat pohon. Kemudian ibunya meminta <a href="http://pejalanjauh.com/">Zen</a> menuliskan tentang pohon itu. Pertama kali hanya menghasilkan dua paragraph, kemudian Ibunya menyuruh untuk memperhatikan lebih detil dari pohon itu. Kemudian<a href="http://pejalanjauh.com/"> Zen</a> melihat ada semut, kemudian dia cerita tentang semut, dan melihat yang lain-lainnya sehingga akhirnya jadi tulisan empat setengah halaman. Karya itu masih disimpan hingga sekarang sebagai karya tulisannya yang pertama.</p>
<p>Saya kemudian paham kenapa <a href="http://pejalanjauh.com/">Zen</a> begitu mencintai kesusasteraan, karena orang tuanya adalah pencinta sastra dan membiasakan anaknya untuk berlatih dan berlatih. Menulis pun kemudian menjadi kebiasaan Zen, dan dia tidak pernah kehabisan ide. “Setiap manusia adalah unik, dan setiap manusia pasti punya cerita yang menarik” ,tutup Zen di kelas Akber malam itu.</p>
<p>“Dialog dengan diri sendiri, adalah awal mula kesusateraan.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/osamaliki.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/osamaliki.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/osamaliki.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/osamaliki.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/osamaliki.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/osamaliki.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/osamaliki.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/osamaliki.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/osamaliki.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/osamaliki.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/osamaliki.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/osamaliki.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/osamaliki.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/osamaliki.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=390&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/07/mencatat-hal-biasa-menuliskan-dengan-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a64f990f0d5d6e9ced6cdeb7527cfa1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">pasar sapi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/zenrs.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zenrs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGAPRESIASI BUKAN MENGHAKIMI</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/03/mengapresiasi-bukan-menghakimi/</link>
		<comments>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/03/mengapresiasi-bukan-menghakimi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 02:48:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pasarsapi</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang Akademi Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[#akber]]></category>
		<category><![CDATA[#akberJkt]]></category>
		<category><![CDATA[@glennmars]]></category>
		<category><![CDATA[akademi berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelas iklan]]></category>
		<category><![CDATA[SITTI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://osamaliki.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[&#160; “The deepest principle in human nature is the craving to be appreciated” *William James* Selalu menyenangkan mendengarkan orang-orang kreatif sharing. Selalu ada hal baru dan berbeda yang kita peroleh. Seperti kelas Kamis (28/7/2011) gurunya Glenn Marsalim orang yang bekerja sebagai freelancer dibidang periklanan dan pasti banyak orang sudah tahu dengan prestasinya. Malam itu di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=382&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_384" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/03/mengapresiasi-bukan-menghakimi/glenn-2/" rel="attachment wp-att-384"><img class="size-full wp-image-384" title="GLENN" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/glenn1.jpg?w=604" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Glenn Marsalim</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>“The deepest principle in human nature is the craving to be appreciated” *William James*</p>
<p>Selalu menyenangkan mendengarkan orang-orang kreatif sharing. Selalu ada hal baru dan berbeda yang kita peroleh. Seperti kelas Kamis (28/7/2011) gurunya Glenn Marsalim orang yang bekerja sebagai freelancer dibidang periklanan dan pasti banyak orang sudah tahu dengan prestasinya. Malam itu di kantor SITTI (Jalan Senopati – Jaksel) Glenn berbagi ilmu tentang Apresiasi Iklan. Banyak orang kreatif, banyak orang bisa membuat iklan, tetapi jarang yang bisa mengapresiasi dengan baik. Apresiasi berbeda dengan menilai atau menghakimi. Butuh kepekaan dan background pengetahuan yang cukup untuk dapat mengapresiasi sebuah iklan.</p>
<p>Dalam proses pembuatannya, terutama iklan TV, Glenn menuturkan sebuah proses yang panjang dan rumit untuk sebuah hasil yang paling lama 60 detik atau bahkan 30 detik. Perlu menselaraskan antara keinginan klien, keinginan kreatif dan maunya konsumen dan itu bukan hal yang mudah. Mengupas satu per satu iklan di TV sungguh mengasyikkan. Kita diajak Glenn untuk menghargai sebuah proses. Ya proses yang seringkali diabaikan. Kita lebih sering fokus akan hasil hasil dan hasil.</p>
<p>Sebuah iklan dikatakan bagus atau jelek, itu sangat tergantung siapa yang menilai. Iklan-iklan yang bagus dan menang award belum tentu booming di pasaran, walaupun ada beberapa. Mengapresiasi iklan bukan menilai bagus atau jelek, tetapi bagaimana sebuah penciptaan karya yang punya nilai lebih. Seperti contohnya, salah satu iklan yang dibuat Ipang Wahid. Dalam iklan Lebaran yang dibuat pada tahun 2002 untuk perusahaan rokok kalau tidak salah, Ipang Wahid menggambarkan suasana lebaran yang penuh kegembiraan dengan menyelipkan gambar barongsai yang menari. Itu untuk pertamakalinya ada yang berani memasang adegan barongsai di iklan lebaran yang notabene adalah perayaan umat muslim. Sekarang sudah bertaburan iklan-iklan dengan barongsai, apapun perayaan keagamaannya. Menurut Glenn, karya Ipang tersebut dianggap pendobrak dan pertama yang kemudian ditiru oleh kreatif lainnya.</p>
<p>“Otak kita seperti palet warna. Setiap kebencianmu pada sebuah karya akan menghilangkan satu warna. Semakin banyak yang kamu tidak suka akan semakin banyak warna yang hilang. Lalu, kamu mau melukis pakai apa?” Sebuah kalimat dari Glenn Marsalim  yang sungguh dalam maknanya. Ketika kita seringkali mencela karya orang, apalagi tanpa alasan yang jelas, maka kita semakin memenjarakan kreativitas kita. Ego adalah kutub yang berlawanan dari kretivitas. Sebuah karya, apapun hasilnya patut untuk diapresiasi. Dan setiap orang telah mengeluarkan daya upayanya untuk menghasilkan karya terbaiknya.</p>
<p>Masih banyak iklan-iklan yang diulik dalam kelas saat itu, dan penjelasan Glenn selalu memberikan kita wawasan baru yang mungkin buat mahasiswa periklanan –di kelas itu ada beberapa mahasiswa design &amp; iklan- tidak diperoleh di bangku kuliahnya.</p>
<p>Saya selalu happy setiap mengikuti kelas Akademi Berbagi, karena para guru tidak melulu memberikan teori tetapi pengalaman berharga mereka ketika menjalani profesinya. Dan Glenn adalah salah satunya. Makhluk luar biasa yang selalu rendah hati dengan bilang : “aku ini apa, aku ndak pede je ngajar di kelasmu.”</p>
<p>Sekali lagi, makasih Glenn butuh orang-orang yang tidak biasa sepertimu untuk menggugah wawasan dan pikiran kami yang lebih sering ribet dengan hasil dan nilai tanpa menghargai sebuah proses panjang yang selalu mengandung pembelajaran.</p>
<p>TRUST YOUR GUT. TRUST YOUR INSTINCTS  &#8211; GLENN MARSALIM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*<em>tulisan ini juga ada di http://akademiberbagi.org</em> *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/osamaliki.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/osamaliki.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/osamaliki.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/osamaliki.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/osamaliki.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/osamaliki.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/osamaliki.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/osamaliki.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/osamaliki.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/osamaliki.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/osamaliki.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/osamaliki.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/osamaliki.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/osamaliki.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=382&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://osamaliki.wordpress.com/2011/08/03/mengapresiasi-bukan-menghakimi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a64f990f0d5d6e9ced6cdeb7527cfa1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">pasar sapi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/08/glenn1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">GLENN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Digital Never Sleep</title>
		<link>http://osamaliki.wordpress.com/2011/07/25/digital-never-sleep/</link>
		<comments>http://osamaliki.wordpress.com/2011/07/25/digital-never-sleep/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 04:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pasarsapi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengelola orang]]></category>
		<category><![CDATA[dana kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kritis]]></category>
		<category><![CDATA[Pola hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://osamaliki.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Jaman semakin maju, dunia bergerak begitu cepat dan bukan hanya kota besar yang tidak pernah tidur, tetapi “kicauan” di dunia online pun tidak pernah berhenti. 24 jam non-stop. Gak percaya? Cek twitter deh, salah satu arena bersosialisasi di internet, setiap menit bahkan detik selalu bergerak dengan status-status baru. Di satu sisi kita jadi tidak pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=372&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_373" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://osamaliki.wordpress.com/2011/07/25/digital-never-sleep/digital-never-sleep/" rel="attachment wp-att-373"><img class="size-full wp-image-373" title="digital never sleep" src="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/07/digital-never-sleep.jpg?w=604&#038;h=453" alt="" width="604" height="453" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar diambil dari: http://www.muraspec.com/content.asp?PageID=319</p></div>
<p style="text-align:center;">
<p>Jaman semakin maju, dunia bergerak begitu cepat dan bukan hanya kota besar yang tidak pernah tidur, tetapi “kicauan” di dunia online pun tidak pernah berhenti. 24 jam non-stop. Gak percaya? Cek twitter deh, salah satu arena bersosialisasi di internet, setiap menit bahkan detik selalu bergerak dengan status-status baru. Di satu sisi kita jadi tidak pernah ketinggalan berita dan informasi, tanpa perlu mantengin tv dan baca koran hampir semua informasi tersaji di social media bahkan terkadang lebih cepat. Tetapi di sisi lain kita makin berkurang waktu istirahatnya.</p>
<p>Saya selalu takjub dengan teman-teman di timeline yang tetap terbangun dan aktif di twitter hingga dini hari, padahal esok pagi mereka harus bekerja, meeting atau melakukan aktivitasnya. Pernah bertanya pada beberapa orang, “Apa gak kliyengan paginya?” Jawaban mereka rata-rata sama, “Sudah biasa” atau banyak juga yang menjawab karena mereka kesulitan tidur atau insomnia. Daripada bengong yang udah “berkicau” di online.</p>
<p>Teknologi yang semakin canggih, katanya membuat kualitas hidup semakin meningkat. Semua berjalan serba cepat dan efisien. Tetapi benarkah kualitas kita meningkat? Contohnya saya aja nih! Pekerjaan saya sekarang banyak berhubungan dengan dunia online dan digital. Bangun tidur bisa langsung kerja tanpa perlu memkirkan mandi atau pake baju apa hari ini. Yang penting koneksi internet lancar jaya, pekerjaan pun ikut lancar. Tetapi karena bisa kapan saja dan di mana saja, saya jadi seenak-enaknya mengerjakan pekerjaan. Bisa malah hari, subuh, siang atau kalau lagi dikejar-kejar garis mati bisa siang sampai siang lagi. Beberapa teman bilang, enak banget kerja seperti saya. Bisa kerja di mana saja, dan hang out kapan saja. Bener begitu ya? Eiitss..! Nanti dulu. Hukum dari dunia online yang hidup dalam 24 jam berarti semua berproses dalam 24 jam juga yang itu berarti masalah bisa timbul di jam berapa aja. Kalau dini hari, ya dini hari itu harus diselesaikan. Haram hukumnya delay di dunia online hahahaa..</p>
<p>Suka perhatikan juga gak, karena semua terhubung dengan dunia digital, dan para asisten di rumah juga pegang HP, untuk memanggil atau menyuruh mereka pun seringkali kita menelpon atau sms mereka, males untuk berjalan ke dapur. Hayo siapa yang begitu? Apa-apa tinggal telepon, males jalan ke halte bus telpon taksi. Males jalan ke rumah makan, telepon delivery. Oh sungguh semakin mudah hidup kita.</p>
<p>Jadi hidup kita berkualitas ya? Makin gak jelas jam kerjanya, makin males bergerak, liburan pun masih sibuk dengan gadget kanan kiri karena bisnis tidak bisa ditunda, itu berkualitas ya? Ho..ho..ho..</p>
<p>Ngomong2 tentang kualitas hidup dan tentunya nyambung dengan gaya hidup, gaya hidup yang tidak teratur dan tidak sehat itu kalau berlarut-larut, memperbesar peluang untuk terkena penyakit yang krtiis lho.  Ada artikelnya di sini (<a href="http://www.thejakartapost.com/news/2011/01/08/unhealthy-lifestyles-give-rise-new-killer-diseases.html">http://www.thejakartapost.com/news/2011/01/08/unhealthy-lifestyles-give-rise-new-killer-diseases.html</a>) yang menggaris bawahi hal itu.</p>
<p>Wahai para manusia modern, suka periksa kesehatan gak? Suka cek-cek ke laboratorium secara rutin gak? Kita asyik dengan fasilitas alat-alat canggih sehingga pekerjaan kita semakin maju tetapi tanpa disadari mengabaikan pola hidup yang kurang sehat. Badan kita ya sama dengan mesin, harus ada saatnya berhenti, harus ada saatnya direparasi, harus ada saatnya di cek up. Apalagi kalau pola makan tidak sehat, lengkap sudah!</p>
<p>Apabila Anda memang termasuk dalam kelompok orang-orang tersebut, sudah waktunya Anda berhati-hati. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sebanyak 36,1 juta orang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit jantung, stroke, kanker, dan diabetes (sumber: WHO Global Status Report on Noncommunicable Diseases (NCDs –April, 2011). Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, yaitu rata-rata 200.000 pasien per tahun, menurut data Departemen Kesehatan RI. WHO dan Bank Dunia juga</p>
<p>Mari kita berhenti sejenak. Perhatikan badan kita sendiri, sudahkah memberikan haknya secara benar? Ketika penyakit kemudian menyerang, baru kita tersadar dan menyesal. Kalau sekedar masuk angin, demam, atau sakit-sakit ringan yaa okelah bisa sembuh dengan istirahat dan minum air putih serta makan yang benar. Tetapi jika mendadak terserang penyaki yang cukup berat, sudah siapkah? Karena sebenarnya penyakit berat itu tidak ada yang mendadak, pasti sudah ada tanda-tanda sejak awal tetapi sering tidak terdekteksi karena kesibukan. Penyakit berat bukan lagi milik Opa Oma kita, tetapi anak muda produktif pun sekarang sudah banyak yang terserang penyakit berat dan menggerogoti sepanjang umurnya.  Apalagi jika yang sakit adalah tulang punggu keluarga, pencari nafkah utama. Sudahkah diantisipasi jika hal itu terjadi? Bukan mau mendahului Tuhan, tetapi alangkah lebih nyaman jika kita mempunyai persiapan yang baik jika hal-hal buruk menimpa. Banyak kog instrument keuangan yang memberikan perlindungan secara maksimal, tinggal kita harus pintar-pintar mencari dan mempelajari mana yang sesuai dengan kondisi kita. Katanya manusia modern, harusnya melek financial juga toh?</p>
<p>Ketika dunia online tidak pernah tidur, bukan berarti kita begadang sepanjang malam.  Hidup cuma sekali, badan cuma satu, siapa lagi yang menyayangi kalau bukan kita sendiri?</p>
<p>Mari kita tidur, sudah malam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/osamaliki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/osamaliki.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/osamaliki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/osamaliki.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/osamaliki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/osamaliki.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/osamaliki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/osamaliki.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/osamaliki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/osamaliki.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/osamaliki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/osamaliki.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/osamaliki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/osamaliki.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=osamaliki.wordpress.com&amp;blog=2682317&amp;post=372&amp;subd=osamaliki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://osamaliki.wordpress.com/2011/07/25/digital-never-sleep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a64f990f0d5d6e9ced6cdeb7527cfa1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">pasar sapi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://osamaliki.files.wordpress.com/2011/07/digital-never-sleep.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">digital never sleep</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
